Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara oao Angelo De Sousa Mota menilai harga mobil pikap 4x4 yang tersedia di pasar domestik saat ini terlalu mahal, dan tidak realistis untuk digunakan oleh petani.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan utama dalam pengadaan kendaraan operasional untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, melalui skema impor secara utuh dari India, dari merek Mahindra dan Tata yang menyediakan opsi penggerak empat roda.
“Di dunia pertanian dan kehidupan pertanian itu, 4x4 itu menjadi suatu kebutuhan. Kalau sekarang petani banyak pakai 4x2, itu karena terpaksa, karena harga 4x4 Indonesia yang selangit, hampir tidak masuk akal,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/2).
Menurutnya, tingginya harga kendaraan 4x4 di dalam negeri membuat petani sulit menjangkau kendaraan yang sebenarnya lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Bahkan, harga di sistem pengadaan pemerintah dinilainya jauh dari kemampuan mayoritas petani.
“Saya kemarin melihat di e-katalog, saya shock juga, ternyata harga 4x4 itu sampai 528 juta. Itu hampir tidak mungkin petani mampu beli dengan pendapatan petani yang sangat terbatas,” katanya.
Ia menjelaskan, keterbatasan tersebut memaksa banyak petani memilih kendaraan 4x2 meski tidak sepenuhnya cocok untuk medan yang mereka hadapi. Menurutnya di banyak wilayah pertanian, kondisi jalan masih berupa tanah, berlumpur, atau berbukit. Hingga akhirnya ditemui kelompok tani yang berinovasi membuat kendaraan 4x4.
“Karena terpaksa, mereka harus memilih 4x2 sebagai alternatif. Padahal mereka perlu mengangkut hasil pertaniannya dari kebun ke jalan utama, baru kemudian ke pasar. Teman-teman di Lampung itu kreatif, mereka bikin mobil dari mesin Dongfeng, dibuat jadi 4x4 supaya bisa masuk ke kebun. Ini menunjukkan betapa pentingnya 4x4 bagi petani,” ujarnya.
Kemudian menyoal harga kendaraan 4x4 di dalam negeri yang tinggi dengan pilihan terbatas. Hal itu katanya membuat pasar produk kendaraan tersebut kurang kompetitif.
"Kalau teman-teman lokal bisa menjual secara bulk, harganya masuk akal, dan sanggup suplai sesuai waktu, kami tidak mungkin impor, kami pasti prioritaskan dalam negeri," ujarnya.
Terkait harga mobil 4x4 yang tinggi sebagai konteks, ini karena kebijakan pemerintah yang mengkategorikannya sebagai barang mewah dengan tarif PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) lebih tinggi 30 sampai 125 persen (belum termasuk bea impor) dibanding kendaraan reguler, lantaran memiliki kapasitas mesin besar, dan dianggap sebagai simbol status atau kebutuhan khusus.
Namun sejak harmonisasi PPnBM dari berbasis kapasitas mesin menjadi berbasis emisi gas buang yang diatur Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021, memungkinkan mobil 4x4 dengan emisi rendah dikenakan tarif pajak lebih rendah dibandingkan skema lama.
Berikut harga pikap 4x4 tipe termurah di Indonesia:
Triton HDX 4x4 MT SC Rp 398.950.000
Triton HDC 4x4 MT DC Rp 451.850.000
Hilux 4x4 MT SC Rp 410.800.000
Hilux 4x4 MT DC Rp 456.300.000
D-Max 4x4 MT SC Rp 423.000.000
D-Max 4x4 MT DC Rp 473.100.000
Ford Ranger XL 4x4 MT DC Rp 551.000.000.





