CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Makassar mengakibatkan 169 kepala keluarga (KK) atau 545 warga mengungsi ke enam lokasi penampungan sementara.
Berdasarkan data BPBD Makassar hingga Rabu (25/2) pagi, enam titik pengungsian berada di Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya.
Di Masjid Jabal Nur, Kelurahan Manggala, total pengungsi 12 KK terdiri atau 36 jiwa.Lokasi pengungsian lainnya di Masjid Yuda Alfatih, Kelurahan Manggala, total pengungsi 7 KK terdiri dari 27 jiwa. Selanjutnya Masjid Lailatul Qadar BTP Blok AF, Kelurahan Katimbang, total pengungsi 67 KK atau 232 jiwa.
SD Paccerakkang, Kelurahan Katimbang, total pengungsi 24 KK terdiri dari 86 jiwa. Masjid Nurul Ikhlas, Kelurahan Katimbang, total prngungsi 40 KK terdiri dari 133 jiwa. Lokasi pengungsian terakhir di Masjid Al Ramun, Kelurahan Paccerakkang, total pengungsi 9 KK terdiri dari 31 jiwa.
Lokasi banjir terparah berada di Jalan Sermani 4, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang dengan ketinggian air mencapai sekira 100 cm.
Selain itu, genangan juga terjadi di Kompleks Kodam III (Kotipa XVI–XII), Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya dengan ketinggian bervariasi antara 0–30 cm hingga. Kendaraan tidak bisa melewati lokasi tersebut.
Sementara di Kecamatan Manggala, tepatnya di Jalan Kecaping Raya Blok 8 ketinggian air berkisar 0–20 cm dan masih dapat dilintasi kendaraan.
Ketinggian air cukupt tinggi sekitar 40 cm, juga menggenangi Terowongan Rappokalling.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, memastikan semua pengungsi akan mendapatkan pelayana optimal.
"Kita berharap pelayanan terhadap saudara-saudara kita yang mengungsi bisa dimaksimalkan, terutama untuk balita dan lansia," ujarnya.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menekankan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan warga terdampak. Kebutuhan dasar seperti makanan berbuka dan sahur, perlengkapan tidur, serta kebutuhan khusus balita dan lansia menjadi prioritas.
"Saya minta teman-teman dari BPBD, Dinas Sosial, dan seluruh elemen untuk standby. Pada saat ada yang dibutuhkan, harus bisa merespons lebih cepat dalam memberikan bantuan kepada masyarakat," imbuhnya.
Laporan: Rifki



