tvOnenews.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus menunjukkan dampak nyata, tidak hanya dalam peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga dalam penyerapan tenaga kerja secara masif di seluruh Indonesia.
Berdasarkan data per Februari 2026, sebanyak 23.678 dapur MBG/SPPG telah beroperasi di berbagai daerah. Dengan rata-rata 47 tenaga kerja di setiap unit dapur, program ini diperkirakan telah menyerap sekitar 1.112.866 pekerja.
Program MBG yang digagas pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto membawa berbagai manfaat strategis:
1.Mengurangi Pengangguran
Lebih dari satu juta tenaga kerja terserap, membuka peluang kerja baru bagi masyarakat lokal.
2.Menggerakkan Ekonomi Daerah
Setiap dapur melibatkan rantai pasok lokal seperti petani, pedagang bahan pangan, jasa distribusi, dan pelaku UMKM.
3.Meningkatkan Kesehatan dan Kualitas SDM
Penyediaan makanan bergizi mendukung tumbuh kembang generasi muda serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Selain membuka lapangan kerja langsung, keberadaan dapur MBG menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tokoh masyarakat Ketapang, Uti Royden Top, S.M, menyambut baik program MBG yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut beliau, setiap program besar tentu memiliki tantangan dan musibah di berbagai tempat, termasuk dalam pelaksanaan dapur MBG. Namun hal tersebut tidak mengurangi nilai manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Kita harus bersyukur atas rezeki yang didapat dan berterima kasih kepada pemerintah. Program ini membantu banyak saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa masih banyak anak-anak di Indonesia yang sangat membutuhkan MBG. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya melihat dari sudut pandang ekonomi pribadi yang berkecukupan, tetapi juga melihat ke bawah—merasakan dan memahami kondisi mereka yang kurang beruntung.
“Empati dan rasa syukur adalah kunci. Jangan menilai dari kenyamanan kita sendiri, tetapi lihatlah mereka yang sangat terbantu oleh program ini,” tutupnya.(chm)




