Masih banyak pasangan suami istri yang bertanya-tanya tentang hukum mandi wajib saat Ramadan, khususnya jika belum sempat mandi junub hingga waktu imsak atau bahkan setelah masuk Subuh. Apakah puasanya tetap sah?
Menanggapi hal ini, Dosen/Wakil Rektor III PTIQ sekaligus Ustaz iWise Islamic Education, KH. DR. Ali Nurdin, M.A, menjelaskan bahwa mandi wajib setelah masuk waktu Subuh tetap diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa.
Bolehkah Mandi Wajib Setelah Imsak Usai Berhubungan Suami Istri?Ia menjelaskan, kondisi ideal memang seseorang sudah mandi wajib sebelum Subuh. Namun dalam praktiknya, ada situasi tertentu yang membuat seseorang belum sempat mandi, misalnya kendala air atau waktu yang sempit menjelang sahur.
“Utamanya memang sebelum subuh ya, tapi kalau ternyata ada satu dan lain hal, misalnya sudah mau mandi tapi krannya macet atau cari airnya susah maksudnya harus benerin dulu. Lalu sahur makannya dulu, misalnya seperti itu, maka nanti mandinya setelah Subuh, boleh saja,” tegasnya kepada kumparanMOM, Rabu (18/2).
Yang perlu dipahami, mandi setelah Subuh yang dimaksud adalah setelah masuk waktu Subuh, bukan setelah salat Subuh. Sebab, seseorang yang dalam keadaan junub tetap wajib mandi terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat.
Dengan demikian, orang yang masih dalam keadaan hadas besar saat imsak atau awal Subuh tetap boleh melanjutkan puasanya. Puasa tetap sah selama hubungan suami istri dilakukan sebelum terbit fajar.
Meski begitu, Ustaz Ali menekankan bahwa menyegerakan mandi wajib tetap lebih utama. Selain menjaga kesucian diri, hal ini juga membantu seseorang lebih siap menjalankan ibadah, termasuk salat Subuh tepat waktu.
“Tapi yang jelas lebih cepat lebih baik, lebih dalam keadaan suci itu lebih baik,” pungkasnya.





