Kodaeral VI Makassar Gagalkan Penyelundupan Solar Ilegal: 2 Kapal SPOB dan 7 Mobil Tangki Disita

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR – Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) berhasil membongkar praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) di perairan Sulsel. Dalam operasi penyergapan tersebut, TNI AL menyita 2 kapal tanker jenis Self Propelled Oil Barge (SPOB).

Selain itu 7 unit mobil tangki yang diduga kuat terlibat dalam sindikat pendistribusian solar ilegal di wilayah Makassar.

Keberhasilan ini berawal dari kerja keras Tim Intelijen Kodaeral VI yang telah melakukan pengintaian sejak Sabtu (21/2).

Puncaknya, pada Minggu dini hari (22/2/2026) sekitar pukul 00.06 WITA, petugas bergerak melakukan penyergapan di dua titik sekaligus, yakni di perairan Makassar dan kawasan strategis pergudangan Tamalanrea.

Komandan Kodaeral Angkatan Laut VI (Dankodaeral VI), Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, menjelaskan bahwa penangkapan tersebut menyasar dua kapal tangki, yaitu SPOB Sania dan SPOB Sukses Rahayu 999.

“Berdasarkan laporan intelijen, saya menugaskan Tim Reaksi Cepat untuk memeriksa kapal-kapal yang dicurigai menyalahgunakan BBM bersubsidi. Setelah diperiksa, ditemukan muatan solar yang tidak dilengkapi dokumen sah,” tegas Dankodaeral VI dalam konferensi pers di Mako Kodaeral VI, Rabu (25/2/2026).

Modus Operandi Jaringan Sindikat

Dari hasil penyelidikan sementara, terungkap bahwa solar ilegal tersebut dipasok dari jalur darat. Sebanyak tujuh mobil tangki digunakan untuk memindahkan BBM tersebut ke dalam dua kapal SPOB yang tengah bersandar.

Ketujuh mobil tangki yang baru saja menyelesaikan pengisian muatan ilegal tersebut langsung diamankan oleh petugas. Saat ini, seluruh barang bukti berupa dua kapal dan tujuh armada tangki telah disita di markas Kodaeral VI guna proses hukum lebih lanjut.

Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan gelar perkara untuk memperkuat konstruksi hukum kasus ini.

Setelah tahap penyelidikan internal selesai, kasus akan segera dilimpahkan ke pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan.

“Kasus ini akan kami dalami lebih lanjut sebelum diserahkan ke penyidik Polda Sulsel untuk menuntaskan proses hukumnya,” imbuhnya.

Konferensi pers ini juga dihadiri oleh petinggi TNI AL lainnya, termasuk Asintel Kasal Laksamana Muda TNI Akmal. Ada pula perwakilan dari Dinas ESDM Sulsel, Syahbandar Utama Makassar, dan Pertamina Patra Niaga Regional Sulsel sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengawal distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ungkap Peran Indonesia di Board of Peace saat Bertemu Raja Abdullah II
• 3 jam laluokezone.com
thumb
DPR Sebut Tragedi di Kawasan IMIP Alarm Nasional, Desak Evaluasi Total Tata Kelola Lingkungan
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Warga Bali Diminta Waspada Dampak Cuaca Ekstrem
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Eks Penyidik Perempuan dan Anak Jelaskan Modus Tertua TPPO dengan Korban Anak: Adopsi
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Abdul Mu’ti: Ramadan Momentum Perkuat Ukhuwah Islamiyah dan Persatuan Bangsa
• 14 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.