Liputan6.com, Jakarta - Jelang lebaran, tren belanja online atau e-commerce perlahan mulai meningkat. Namun, ada pekerjaan rumah atau PR yang disisahkan, yakni tumpukan sampah kemasan yang bisa menjadi masalah besar.
Merespons tantangan tersebut, produsen kemasan plastik asal Kabupaten Tangerang, ALVAboard resmi menggandeng Rekosistem, dalam sebuah kerja sama strategis untuk mengelola limbah kemasan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Advertisement
Kolaborasi ini bukan sekadar kampanye lingkungan biasa, melainkan langkah konkret dalam menerapkan ekonomi sirkular.
CEO ALVAboard Alden Lukman menegaskan, tanggung jawab perusahaan tidak boleh terhenti saat produk sampai di tangan konsumen. Menurutnya, siklus hidup material harus dikawal hingga fase pasca-pemakaian.
"Material yang terkumpul akan dipilah, dicatat, dan diproses untuk didaur ulang sesuai standar. Kami ingin memastikan material tidak berhenti sebagai limbah, tetapi kembali masuk dalam siklus produksi," ujar Alden, Rabu (25/2/2026).
Dia menjelaskan, pendekatan ekonomi sirkular menawarkan solusi sistemik dengan mengubah cara pandang terhadap limbah. Dalam konsep ini, kemasan tidak berakhir sebagai sampah, melainkan menjadi material yang dapat kembali masuk ke dalam siklus produksi.




