Wamendagri Dorong Sinkronisasi Program untuk Daerah Tertinggal

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Intan Kw

TVRINews, Jakarta

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya percepatan pembangunan di daerah tertinggal melalui sinkronisasi program pusat dan daerah, serta penguatan tata kelola desa. Langkah ini bertujuan untuk memastikan tercapainya pemerataan ekonomi, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta peningkatan kemandirian desa di seluruh wilayah.

"Kami memastikan setiap program prioritas Presiden, mulai dari swasembada pangan hingga penghapusan kemiskinan ekstrem, terintegrasi dalam perencanaan pembangunan di tingkat daerah dan desa," kata Wiyagus dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta Selatan, Rabu, 25 Februari 2026.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi daerah tertinggal, antara lain keterbatasan kapasitas fiskal, rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mutu pelayanan dasar yang belum memadai. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Wiyagus menegaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menetapkan program afirmasi dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029.

Program tersebut mencakup penguatan kapasitas aparatur desa di wilayah tertinggal dan sangat tertinggal agar lebih profesional dan kompeten. 

Selain itu, melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), pemerintah akan memberikan pelatihan manajemen strategis kepada 1.200 camat serta membangun 20 unit kantor di lokasi prioritas guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. 

Pemerintah juga akan meluncurkan program BERAKSI (Berdaya, Akuntabel, Sinergis) untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan desa dengan agenda prioritas nasional.

"Program ini juga menyasar penguatan layanan dasar melalui optimalisasi Posyandu untuk penurunan stunting serta pemberdayaan ekonomi lokal melalui BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih," jelas Wiyagus.

Wiyagus menegaskan komitmen Kemendagri untuk terus memberikan pendampingan teknis agar desa-desa di wilayah tertinggal tidak berjalan sendiri. Ia berharap desa-desa tersebut dapat berperan sebagai penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menpan RB: Rekrutmen CPNS 2026 Masih Disiapkan, Fresh Graduate Jadi Perhatian
• 13 jam lalusuara.com
thumb
Manajemen padel Cilandak tunggu kepastian aturan di zona komersial
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Bodo/Glimt Lebih Pintar, Pengakuan Jujur Cristian Chivu Usai Inter Milan Gagal ke 16 Besar Liga Champions
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Registrasi Nomor Seluler Berbasis Biometrik, Nezar Patria Tegaskan Data Tetap Disimpan Dukcapil
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Purbaya: Penyelesaian Hambatan PSN Dorong Kepercayaan Dunia Usaha
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.