Buku Filosofi Teras Difilmkan, Sherina hingga Lydia Kandou Pemerannya

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Buku fenomenal "Filosofi Teras: Filsafat Yunani-Romawi Kuno untuk Mental Tangguh Masa Kini" karya Henry Manampiring akan diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar. Rumah produksi, MD Pictures akan memproduksinya mulai Jumat (27/2/2026).

Produser sekaligus CEO MD Entertainment Manoj Punjabi mengutarakan, adaptasi film dari buku Filosofi Teras yang hampir mencapai cetakan ke-100 ini menggabungkan kekuatan cerita populer, kedalaman karakter, serta pesan filosofis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Target akhirnya tak sekadar film bermutu, tapi tontonan yang menjangkau banyak penonton dan berdampak nyata.

" Jadi di sini all cast sesuai karakter yang dibutuhkan Filosofi Teras. Kami siap syuting Jumat besok, tapi kapan tayangnya tunggu tanggal mainnya. Yang penting kami mau membuat film bagus, karya terbaik dari MD," kata Manoj, saat jumpa pers, di Gedung MD Place, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Para aktor yang bermain dalam film Filosofi Teras meliputi antara lain Sherina Munaf, Putri Ayudya, Lydia Kandou, Kiki Narendra, Dinda Kanya Dewi, Ge Pamungkas, hingga Azizi Asadel. Adapun sutradaranya adalah Affandi Abdul Rachman. Ketertarikan kuat antara cerita dan karakter menjadi dasar pemilihan para pemain.

"Pemilihan pemain memang penting, tetapi karakter dalam cerita lebih penting, jadi pada akhirnya karakter itu yang akan menemukan pemainnya sendiri," ujarnya.

Affandi Abdul Rachman mengaku tertarik menyutradarai film tersebut lantaran cerita dalam buku tersebut terasa dekat dengan kehidupan nyata. Ia melihat setiap karakter sebagai cerminan orang-orang yang pernah ditemui.

Filosofi Teras itu buku yang membantu hidup banyak orang.

Baginya, tantangan terbesar adalah menerjemahkan gagasan stoisisme menjadi cerita yang tak hanya menghibur, tapi memberi pegangan hidup. "Mudah-mudahan, para penonton nanti pas keluar selesai menonton (reaksinya) 'oh gini dong ternyata yang saya harus hadapi kalau sesuatu terjadi di hidup saya'," ucap Affandi.

Baca JugaMotivasi Literasi Henry Manampiring

Sang penulis, Henry Manampiring, mengaku sempat terkejut ketika buku tentang pengembangan diri karyanya ini ditawarkan untuk diadaptasi menjadi film. Namun ia melihatnya sebagai bukti kekuatan visi produser dan tim kreatif. Ia juga menilai perjalanan produksi yang tertunda sejak Pandemi Covid-19 justru memberi momentum tepat.

"Karena menurut saya di tahun ini malah lebih pas. Bukunya sendiri mencapai cetakan 100, mau tembus 500.000 penjualan, dan filmnya datang. Kayaknya memang semesta ingin lahirnya filmnya di sini tahun ini," kata Henry.

Dirilis pada tahun 2018, buku "Filosofi Teras" menawarkan panduan praktis hidup dengan menerapkan ajaran stoisisme. Ide awal penulisan buku ini sangat relevan dengan kondisi sosial saat itu, bermula dari survei yang menunjukkan tingginya tingkat kekhawatiran dan kegalauan yang dialami oleh anak muda di Indonesia.

Dikotomi kendali

Melalui bukunya, Henry Manampiring mengajak pembaca untuk fokus pada dikotomi kendali, yakni memilah dan mengendalikan hal-hal yang berada dalam kuasa kita (seperti persepsi, opini, dan tindakan) dan melepaskan kekhawatiran atas hal-hal yang berada di luar kendali.

Penggunaan nama "Filosofi Teras" sendiri merujuk pada tempat para filsuf Stoik Yunani kuno biasa mengajar, yaitu di teras berpilar (Stoa Poikile). Adapun filsafat Stoa adalah filsafat praktis untuk mengatasi emosi negatif dan mencapai ketenangan batin di tengah hiruk pikuk kehidupan modern.

Baca JugaCetakan Ke-50 ”Filosofi Teras” Tawarkan Stoisisme di Tahun Politik

Aktris Sherina Munaf yang sudah mendalami buku ini sejak lama pun merasa ada koneksi emosional dengan karakter dalam film tersebut yang membantunya melewati masa sulit. Dari stoisisme, dia belajar mengenai regulasi emosi, pengembangan diri, dan penerimaan diri.

Dia berharap penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga belajar mengelola emosi dan menjalani hidup lebih rasional sesuai prinsip stoisisme. "Filosofi Teras itu buku yang membantu hidup banyak orang. Jadi aku sangat bisa mengerti sekali dan bersimpati dengan karakter yang aku perankan nanti. Aku enggak sabar untuk masuk ke dunianya dia," kata Sherina.

Putri Ayudya menambahkan, film ini nantinya akan bisa menjadi tontonan yang memberikan pelajaran manusia. Sebab, film ini akan bercerita bagaimana memanusiakan manusia, menjaga hubungan baik antarsaudara, memahami tiap sifat manusia, hingga penyelesaian konflik dalam hubungan sesama.

"Percayalah, masing-masing dari anda akan mendapat perwakilan dalam tokoh-tokoh di film ini," kata Putri.

Baca JugaFilsafat Stoisisme Mencegah Stres karena Pilpres

Proyek adaptasi Filosofi Teras ini menjadi eksperimen penting dalam industri film Indonesia karena mengubah buku pengembangan diri menjadi drama keluarga yang relevan, emosional, dan inspiratif.

Dengan kekuatan cerita yang dekat dengan pengalaman banyak orang, film ini berupaya menyentuh penonton luas sekaligus meneruskan pesan buku agar setiap orang bisa menerima diri, mengelola emosi, dan bertahan menghadapi realitas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menlu Sugiono: Yordania Siap Dukung Indonesia, Bahas West Bank hingga Kerja Sama Militer
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Remaja di Jakut Getok Kepala Kakak Kandung Pakai Palu hingga Tewas
• 10 jam laludetik.com
thumb
Wamendagri Dorong Sinkronisasi Program untuk Daerah Tertinggal
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Vendor Ungkap Alasan Harga Chromebook dari Rp 2,9 Juta Bisa Melambung sampai Rp 6 Jutaan di E-katalog
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Menakar Nyali Hulu-Hilir: Revitalisasi Pengelolaan Sampah Nasional
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.