Trump Sebut AS Terima 80 juta Barel Minyak dari Venezuela

bisnis.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden AS Donald Trump mengatakan AS telah menerima lebih dari 80 juta barel minyak dari Venezuela. Trump mengambil alih minyak dari Venezuela usai aksi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan AS awal tahun ini.

Hal tersebut diungkap Trump dalam pidato kenegaraannya di Washington DC pada Selasa (24/2/2025) waktu setempat.

"Kami baru saja menerima dari teman dan mitra baru kami, Venezuela, lebih dari 80 juta barel minyak," ujar Trump dilansir dari Al Jazeera.

Dia melanjutkan bahwa produksi minyak AS pun kini meningkat lebih dari 600.000 barel per hari.

Capaian minyak AS itu terjadi usai Trump melakukan aksi pengiriman pasukan khusus untuk melakukan serangan berdarah di Caracas pada Januari 2026. Pasukan AS menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Sebelumnya, Maduro telah memperingatkan bahwa permusuhan Washington terhadap pemerintahannya adalah dalih bagi AS untuk merebut cadangan minyak Venezuela.

Pemerintahan Trump sejak itu kemudian berjanji untuk membuka industri minyak Venezuela bagi perusahaan minyak AS, termasuk Chevron, Exxon Mobil, dan ConocoPhillips.

Trump bahkan berjanji menggelontorkan anggaran miliaran dolar untuk memulihkan produksi minyak mentah Venezuela. Dia menyebut, bakal mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak AS untuk berinvestasi mengelola cadangan minyak di Venezuela. 

Menurut laporan Reuters, Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Namun, produksi minyak mentahnya relatif kecil, yakni sektar 1 juta barel per hari. Hal itu terjadi lantaran salah urus, kurangnya investasi, dan sanksi yang dikenakan AS. 

Tercatat, Venezuela memiliki sekitar 17% cadangan global atau 303 miliar barel. Jumlah cadangan itu di atas pemimpin Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), Arab Saudi. Cadangan minyaknya sebagian besar terdiri dari heavy oil di wilayah Orinoco di Venezuela tengah. Oleh karena itu, biaya produksi minyak mentah negara itu mahal. 

Venezuela diketahui sebagai salah satu anggota pendiri OPEC bersama Iran, Irak, Kuwait, dan Arab Saudi. Negara itu pernah memproduksi minyak sebanyak 3,5 juta barel per hari pada 1970-an, yang pada saat itu mewakili lebih dari 7% produksi minyak global. 

Produksi turun di bawah 2 juta barel per hari selama tahun 2010-an dan rata-rata sekitar 1,1 juta barel per hari tahun lalu atau hanya 1% dari produksi global. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengamat: Money Changer Jalanan Muncul karena Spread Kurs dan Transaksi Cepat
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Debt Collector Mandiri Tunas Finance Diduga Tusuk Nasabah, OJK Panggil Manajemen
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Teka-teki Total Biaya Beasiswa Arya Irwantoto Suami Dwi Sasetyaningtyas Tembus Miliaran? LPDP Bilang Begini
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Rekomendasi Outfit Lebaran Pria Modern yang Nyaman dan Effortless Ala Adipati Dolken
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Penampakan Jalan Rasuna Said Jaksel yang Kini Bersih dari Tiang Monorel
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.