Bantah Bakal Tutup Alfamart-Indomaret di Desa, Mendes: Yang di Setop Izin Barunya

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT), Yandri Susanto, buka suara soal kabar yang menyebut bahwa pihaknya bakal menutup ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret yang beroperasi di desa-desa.

Hal itu terkait isu yang beredar bahwa keberadaan waralaba ritel seperti Alfamart dan Indomaret itu, dikhawatirkan bakal mengganggu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Baca Juga :
Lasarus: Komisi V DPR Tidak Pernah Minta Alfamart dan Indomaret Ditutup
Bos Agrinas Siap Tunda Impor Mobil Pikap dari India Buat Koperasi Desa Merah Putih

Melalui unggahan di Instagram @yandri-susanto, Dia mengklarifikasi bahwa yang bakal disetop adalah ekspansi dari para ritel modern tersebut, karena dikhawatirkan akan mengancam kelangsungan usaha di daerah, termasuk Kopdes Merah Putih.

"Yang di setop itu izin baru, jangan sampai minimarket-minimarket ini sampai ke desa-desa dan bisa mematikan usaha-usaha rakyat di desa," sebagaimana dikutip dari Instagram @yandri-susanto, Rabu, 25 Februari 2026.

Menteri Desa Yandri Susanto
Photo :
  • Antara

"Minimarket-minimarket yang sudah ada, ya silahkan jalan. Indomaret, Alfamart yang sudah ada, silahkan jalan, saya tidak pernah mengusulkan untuk ditutup," ujarnya.

Dia menegaskan, Kopdes Merah Putih harus dimuliakan, mengingat 20 persen keuntungannya akan dikembalikan sebagai pendapatan asli desa.

"Saya menggunakan bahasa setop, setop ekspansi yang baru, setop izin yang baru. Kita muliakan, kita sukseskan koperasi desa merah putih yang dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat keuntungannya nanti, dan terutama untuk desa sekurang-kurangnya 20 persen keuntungan kopdes kembali menjadi pendapatan asli desa," kata Yandri.

Dia menekankan, Kopdes Merah Putih adalah alat yang jitu untuk mendorong pemerataan ekonomi di desa. Yandri memastikan, pemerintah tidak memangkas dana desa, melainkan memindahkan alokasi anggaran tersebut pembangunan Kopdes Merah Putih.

"Saya sampaikan di mana-mana, dana desa itu enggak turun, tidak dikurangi, tidak dipakai oleh pemerintah pusat. Tapi yang diubah adalah tata kelolanya, dan sekarang dalam rangka pemerataan ekonomi itu," kata Yandri.

"Maka koperasi desa merah putih itu adalah alat yang jitu dan akurat di setiap desa, untuk memastikan pemerataan itu benar-benar ada," ujarnya.

Baca Juga :
Seorang Pria Ditangkap di Parkiran Alfamart Kebon Jeruk Jakbar, Ternyata Simpan 18 Kg Ganja
Bangun Perekonomian Desa Guna Tingkatkan Ekonomi Nasional
Istana Pastikan Tak Ada Penolakan Alokasi Rp34,57 T Dana Desa yang Dipakai Kopdes

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Dipecat dari Polri, Berkas Pidana Bripda Masias Dilimpahkan ke Kejari Tual
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis di Bekasi
• 5 jam lalusuara.com
thumb
ICW Minta KPK Awasi Pengelolaan 1.179 SPPG Polri
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Wardatina Mawa Tolak Rujuk dengan Insanul Fahmi, Sebut Tak Mau Hidup Bersama Pezina!
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Kapolri bagikan takjil dan buka puasa bersama dengan insan pers
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.