Luna Maya Totalitas Jadi Suzanna, Nyaris Tenggelam hingga 4 Jam Makeup Prostetik

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

 

Grid.ID - Aktris Luna Maya kembali menunjukkan totalitasnya dalam film Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Tak hanya menjalani proses makeup hingga empat jam setiap hari, Luna bahkan mengaku nyaris tenggelam saat menjalani adegan ekstrem di sungai.

Berikut deretan bentuk totalitas Luna Maya yang terungkap dalam press junket film tersebut:

1. Makeup Prostetik 4–5 Jam Setiap Hari

Untuk menjadi Suzanna versi manusia, Luna harus duduk selama empat hingga lima jam untuk pemasangan prostetik wajah. Detailnya pun rumit—bagian jidat, pipi, dagu, hingga bawah mata dipasang satu per satu.

Jika salah pasang beberapa milimeter saja, ekspresi wajah bisa terlihat berbeda. Tak jarang kulitnya iritasi, perih, bahkan memerah karena lem dan alkohol yang digunakan saat proses pemasangan dan pelepasan.

2. Sakit Saat Prostetik Dilepas

Menurut Luna, proses melepas prostetik justru lebih menyakitkan. Lem yang menempel kuat membuat kulit seperti tertarik.

“Kalau besoknya harus pasang lagi di area yang sama, itu perih-perih manja,” ungkapnya saat ditemui di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).

3. Nyaris Tenggelam Saat Syuting Adegan Sungai

Salah satu momen paling menegangkan terjadi saat ia menjalani adegan hanyut di sungai tanpa body double, dan dengan kostum berat, wig tebal, dan prostetik menutup sebagian wajah, Luna terseret arus air terjun kecil yang ternyata memiliki pusaran di bawahnya. Ia sempat tergulung di dalam air sekitar 30 detik.

“Kalau baju nyangkut di batu, mungkin selesai,” ujarnya.

 

4. Adegan Air Jadi Tantangan Terberat

Selain beratnya kostum yang menyerap air, wig yang dipakai juga membuat tubuhnya semakin berat saat basah, peoses produksi bahkan harus memperhitungkan risiko prostetik terlepas di dalam air. Tim makeup bekerja ekstra hati-hati agar riasan tetap aman meski terkena air dan adegan ekstrem.

5. Tetap Profesional Meski Menyiksa

Ia menegaskan bahwa film adalah kerja kolektif. Tidak ada satu pihak yang lebih penting dari yang lain semua bekerja untuk menghasilkan tontonan yang menghibur dan bermakna.

6. Tak Ingin Menggantikan Legenda, Hanya Melanjutkan Warisan

Dalam kesempatan yang sama, Luna juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat menggantikan sosok Suzanna.Ia menyebut Suzanna sebagai ikon sinema Indonesia yang tak tergantikan.

Baginya, proyek ini adalah upaya melanjutkan legacy, bukan mengambil alih posisi sang legenda. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KAI Luncurkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Mudik Lebih Nyaman dan Harga Terjangkau
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Danareksa Gandeng IIF Terapkan ESG di Kawasan Industri
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ketua Banggar DPR RI Minta Impor 105 Ribu Mobil Niaga dari India Dibatalkan karena Berpotensi Rugikan Ekonomi Nasional
• 38 menit lalupantau.com
thumb
Biaya Bank Syariah Lebih Mahal, Ma'ruf Amin Respons Kritik Purbaya
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Hidup Sementara di Tanah Gerak yang Tak Lagi Pasti
• 18 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.