proyek CA-EDC telah mencapai progres konstruksi lebih dari 50 persen dan ditargetkan memproduksi 400 KTA kaustik soda dan 500 KTA EDC.
IDXChannel - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berkeyakinan bahwa tingkat efisiensi rantai nilai (value chain) dari hulu ke hilir merupakan salah satu kunci penguatan daya saing Perseroan di kawasan regional Asia Tenggara.
Upaya mendongkrak efisiensi tersebut, di antaranya, dilakukan dengan mengembangkan jejaring ekosistem lintas negara yang kuat dan terintegrasi.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri Group, Edi Riva’i, dalam diskusi dengan media, di Jakarta, Selasa (24/2/2026), terkait alasan TPIA tidak memusatkan pembangunan fasilitas produksinya di satu wilayah, melainkan tersebar bahkan di dua negara, yaitu Indonesia dan Singapura.
"Pola integrasi dari hulu hingga hilir ini memungkinkan alur produksi yang lebih efektif dan efisien, sehingga pertumbuhan bisnis dapat berjalan berkelanjutan. Di saat yang sama, ekspansi ini juga membuka peluang kerja baru dan mendorong kompetensi talenta nasional," ujar Edi, di tengah diskusi.
Sebagai bagian dari penguatan struktur bisnis, TPIA juga mengembangkan proyek strategis Pabrik Chlor Alkali & Ethylene Dichloride (CA-EDC) untuk memperkuat pasokan bahan kimia domestik serta mendukung substitusi impor.
Sejauh ini, proyek tersebut telah mencapai progres konstruksi lebih dari 50 persen dan ditargetkan memproduksi 400 KTA kaustik soda dan 500 KTA EDC.
Secara strategis, menurut Edi, pembangunan fasilitas ini juga turut memperkuat ketahanan industri dan kemandirian pasokan bahan kimia nasional.
Melalui substitusi impor kaustik soda serta potensi ekspor EDC ke pasar Asia Tenggara, proyek CA-EDC diproyeksikan dapat menciptakan nilai ekonomi hingga sekitar Rp10 triliun per tahun.
Selain itu, proyek ini juga diperkirakan dapat menyerap hingga sekitar 3.250 tenaga kerja selama fase konstruksi dan operasional sekaligus menciptakan efek berganda bagi industri pendukung dan UMKM di kawasan sekitar.
Selain itu, TPIA juga membentuk Chandra Asri Sentral Solusi (CASS), entitas shared service yang berfungsi sebagai pusat layanan back office terintegrasi.
"Saat ini CASS kami fokuskan untuk mendukung operasional Aster, dan ke depan ditargetkan dapat memperluas layanan ke pihak eksternal," ujar Edi.
Hingga 2026 mendatang, pengembangan CASS diproyeksikan dapat menyerap sekitar 200 tenaga kerja seiring peningkatan kapasitas dan cakupan layanan.
"Melalui transformasi dan ekspansi yang telah kami jalankan, TPIA tidak hanya memperkuat posisi di tingkat regional namun juga mendukung agenda hilirisasi nasional, mengurangi ketergantungan impor dan memberikan efek berganda bagi industri dalam negeri," ujar Edi.
(taufan sukma)





