Gubernur Jawa Barat (Barat) Dedi Mulyadi alias KDM mendatangi Kantor Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu sore (25/2), untuk bertemu dengan korban banjir.
KDM pun memberikan bantuan Rp 5 juta per kepala keluarga (KK) yang jumlahnya ada 170 KK.
“Uangnya akan cair ke rekening masing-masing. Tidak boleh ada alasan apa pun untuk meminta biaya administrasi. Harus utuh Rp 5 juta. Jangan sampai setelah turun bantuan, besok muncul lagi di media sosial ada kabar bantuan dipotong. Itu tidak boleh terjadi,” kata Dedi Mulyadi.
Bantuan disalurkan melalui rekening Bank BJB atas nama masing-masing penerima, sehingga dana dapat langsung diterima tanpa perantara.
Dalam kesempatan yang sama, KDM menyampaikan rasa syukurnya bantuan dapat segera dicairkan, terlebih menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri.
“Alhamdulillah, untuk bekal puasa dan dipakai Lebaran nanti,” ujarnya singkat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jabar, Mochamad Ade Afriandi, menjelaskan bantuan tersebut diberikan setelah melalui proses verifikasi terhadap 250 KK yang sebelumnya diajukan sebagai penerima.
“Pengajuan awal itu 250 KK. Namun setelah diverifikasi, banjirnya hanya berlangsung dua hari. Hari kedua warga sudah kembali ke rumah masing-masing dan tidak ada yang mengungsi,” jelas Ade kepada wartawan.
Ia menerangkan, ketinggian air saat banjir berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter. Karena itu, pemerintah melakukan verifikasi ulang untuk memastikan warga yang benar-benar terdampak dan membutuhkan perhatian khusus.
Hasil verifikasi menunjukkan, dari 250 KK yang diajukan, terdapat 170 KK yang masuk kategori desil 1 sampai 4 atau kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan prioritas bantuan. Mayoritas penerima berstatus sebagai petani sawah, petani tambak, maupun pekebun.
“Kami melaporkan sesuai data desil 1 sampai 4 karena mereka yang paling membutuhkan perhatian. Akhirnya disetujui untuk mendapatkan bantuan sebanyak 170 KK,” ujarnya.
Sementara itu, 80 KK lainnya yang tidak masuk kategori desil 1 sampai 4 tetap akan mendapatkan bantuan berdasarkan kebijakan Gubernur Jabar saat pertemuan dengan warga. Namun, prosesnya masih menunggu kelengkapan data verifikasi dan validasi (verval).
“Data 80 KK sedang dilengkapi. Mudah-mudahan Jumat ini bantuannya sudah bisa direalisasikan,” tambahnya.
Bantuan disalurkan secara non-tunai melalui rekening Bank BJB. Pemerintah membuka rekening baru atas nama masing-masing penerima sehingga dana langsung masuk ke rekening.
“Hari ini mereka menerima buku tabungan. Uangnya sudah ada di rekening masing-masing. Jadi tidak diberikan secara tunai,” katanya.
Pemerintah berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak banjir, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri.





