JAKARTA, KOMPAS.TV- Investor proyek LNG Abadi Masela, Inpex, meminta penyederhanaan regulasi dan percepatan perizinan guna mempercepat realisasi Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.
Pemerintah pun merespons cepat melalui Sidang Debottlenecking yang digelar Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).
Sidang terbuka itu dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa selaku Wakil Ketua I Satgas P2SP di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Selasa (24/2/2026).
Dalam pemaparannya, Inpex menegaskan percepatan proyek LNG berkapasitas 9,5 juta ton per tahun tersebut membutuhkan dukungan kebijakan konkret.
Baca Juga: Menkeu Purbaya ke Kepala SKK Migas Bahas Relaksasi TKDN: Lu Pintar-Pintar Dikit, Masa Ditipu China!
Yaitu mulai dari penyederhanaan regulasi, percepatan proses perizinan, perluasan akses pasar global, hingga fasilitasi penurunan biaya proyek, khususnya pada komponen Engineering, Procurement, Construction, and Installation (EPCI).
Tahap EPCI yang menjadi penentu utama nilai investasi ditargetkan mulai pada awal 2027. Oleh karena itu, kepastian regulasi menjadi krusial agar proyek dapat berjalan sesuai jadwal.
Menanggapi hal tersebut, Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaian hambatan investasi melalui mekanisme debottlenecking.
“Sidang ini mencerminkan komitmen Pemerintah menindaklanjuti aduan melalui Kanal Debottlenecking secara cepat, terkoordinasi, transparan, dan akuntabel," kata Purbaya dalam keterangan resmi Kemenkeu, Rabu (25/2).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ikut Dasco Tunda Impor 105.000 Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- investor blok lng masela
- proyek lng blok masela
- proyek strategis nasional masela
- menteri keuangan
- purbaya yudhi sadewa
- sidang debottlenecking





