Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat Ramadhan kepada rakyat Yordania dalam pertemuannya dengan Raja Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al-Hussein di Istana Basman, Kota Amman, Yordania, Rabu siang waktu setempat.
Dalam pertemuan bilateral di hadapan Raja Abdullah, Prabowo menyampaikan terima kasih atas sambutan yang hangat atas kunjungan kembali untuk kedua kalinya ke Yordania.
"Atas nama Indonesia dan saya sendiri, saya juga ingin menyampaikan Ramadhan Mubarak kepada rakyat Yordania. Dan terima kasih atas sambutan hangatnya, suatu kehormatan besar yang diberikan kepada saya," kata Presiden Prabowo seperti dalam rekaman suara yang diterima di Jakarta, Kamis.
Presiden menerima kehormatan besar untuk kembali ke Yordania yang dianggapnya sebagai rumah kedua.
Selain itu, Prabowo dan Raja Abdullah yang memiliki kedekatan personal itu juga telah beberapa kali mengadakan pertemuan.
Pertemuan perdana keduanya berlangsung saat Presiden Prabowo berkunjung ke Yordania pada April 2025. Kemudian, Raja Abdullah melakukan kunjungan balasan ke Istana Merdeka untuk menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman pada November 2025.
Raja Yordania dan Presiden Prabowo sejatinya secara pribadi telah menjalin persahabatan cukup lama sejak keduanya masih berusia muda.
Kedua pemimpin negara sama-sama merupakan alumni sekolah ranger prestisius Angkatan Darat Amerika Serikat Fort Benning.
"Selalu merupakan suatu kehormatan besar bagi saya untuk datang ke rumah kedua saya di sini. Kita sudah saling mengenal selama beberapa dekade, saya rasa," kata Prabowo.
Pada pertemuan ketiga kalinya ini, Presiden Prabowo dan Raja Abdullah fokus membahas isu Palestina, khususnya situasi di Gaza dan Tepi Barat.
Dalam pertemuan itu, Presiden menyampaikan kekhawatirannya mengenai aksi kekerasan yang dilakukan oleh zionis Israel kepada rakyat Palestina di Tepi Barat.
Menurut Presiden, insiden-insiden yang terjadi di Tepi Barat itu dapat menghambat upaya perdamaian di Gaza yang dilakukan oleh Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).
Dalam pertemuan bilateral itu, Presiden Prabowo turut didampingi oleh sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sementara itu, Raja Yordania didampingi oleh Putra Mahkota Pangeran Hussein bin Abdullah al-Hashimi, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi, dan beberapa pejabat negara lainnya serta petinggi dari militer.
Baca juga: Menlu: Yordania siap dukung Indonesia saat kirim pasukan ke Gaza
Baca juga: Raja Yordania sopiri Prabowo ke bandara usai pertemuan bilateral
Baca juga: Prabowo prihatin situasi di Tepi Barat ganggu upaya perdamaian Gaza
Dalam pertemuan bilateral di hadapan Raja Abdullah, Prabowo menyampaikan terima kasih atas sambutan yang hangat atas kunjungan kembali untuk kedua kalinya ke Yordania.
"Atas nama Indonesia dan saya sendiri, saya juga ingin menyampaikan Ramadhan Mubarak kepada rakyat Yordania. Dan terima kasih atas sambutan hangatnya, suatu kehormatan besar yang diberikan kepada saya," kata Presiden Prabowo seperti dalam rekaman suara yang diterima di Jakarta, Kamis.
Presiden menerima kehormatan besar untuk kembali ke Yordania yang dianggapnya sebagai rumah kedua.
Selain itu, Prabowo dan Raja Abdullah yang memiliki kedekatan personal itu juga telah beberapa kali mengadakan pertemuan.
Pertemuan perdana keduanya berlangsung saat Presiden Prabowo berkunjung ke Yordania pada April 2025. Kemudian, Raja Abdullah melakukan kunjungan balasan ke Istana Merdeka untuk menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman pada November 2025.
Raja Yordania dan Presiden Prabowo sejatinya secara pribadi telah menjalin persahabatan cukup lama sejak keduanya masih berusia muda.
Kedua pemimpin negara sama-sama merupakan alumni sekolah ranger prestisius Angkatan Darat Amerika Serikat Fort Benning.
"Selalu merupakan suatu kehormatan besar bagi saya untuk datang ke rumah kedua saya di sini. Kita sudah saling mengenal selama beberapa dekade, saya rasa," kata Prabowo.
Pada pertemuan ketiga kalinya ini, Presiden Prabowo dan Raja Abdullah fokus membahas isu Palestina, khususnya situasi di Gaza dan Tepi Barat.
Dalam pertemuan itu, Presiden menyampaikan kekhawatirannya mengenai aksi kekerasan yang dilakukan oleh zionis Israel kepada rakyat Palestina di Tepi Barat.
Menurut Presiden, insiden-insiden yang terjadi di Tepi Barat itu dapat menghambat upaya perdamaian di Gaza yang dilakukan oleh Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).
Dalam pertemuan bilateral itu, Presiden Prabowo turut didampingi oleh sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sementara itu, Raja Yordania didampingi oleh Putra Mahkota Pangeran Hussein bin Abdullah al-Hashimi, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi, dan beberapa pejabat negara lainnya serta petinggi dari militer.
Baca juga: Menlu: Yordania siap dukung Indonesia saat kirim pasukan ke Gaza
Baca juga: Raja Yordania sopiri Prabowo ke bandara usai pertemuan bilateral
Baca juga: Prabowo prihatin situasi di Tepi Barat ganggu upaya perdamaian Gaza




