Bisnis.com, JAKARTA —PT Pegadaian dihadapkan pada surat utang jatuh tempo pada Juni 2026 dengan akumulasi nilai pokok sebesar Rp4,61 triliun.
Berdasarkan catatan Pefindo, terdapat tiga surat utang Pegadaian yang jatuh tempo dalam waktu dekat. Pertama, Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2025 Seri A senilai Rp2,14 triliun.
Kedua, Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 Seri A senilai Rp954,3 miliar. Ketiga, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap IV Tahun 2025 Seri A senilai Rp1,51 triliun.
Secara akumulasi, nilai pokok tiga surat utang Pegadaian itu mencapai Rp4,61 triliun. Ketiga surat utang Pegadaian itu jatuh tempo pada waktu yang sama, yaitu 8 Juni 2026.
Analis Pefindo memaparkan bahwa Pegadaian berencana melunasi surat utang yang jatuh tempo tersebut menggunakan dana eksternal. Langkah itu didukung oleh fasilitas kredit yang belum digunakan yang tercatat sebesar Rp20,4 triliun per Desember 2025.
“Selain itu, perusahaan mencatatkan kas dan setara kas sebesar Rp620,5 miliar per akhir Desember 2025,” paparnya dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga
- Investor Institusi Borong Obligasi RI, BCA hingga Reksa Dana
- Pemerintah Rancang Obligasi Global Yuan & Euro, Moody's Sematkan Rating Baa2
- Obligasi Ritel ORI029 Terjual Rp14,44 Triliun, Wiraswasta Jadi Investor Terbesar
Pefindo juga mencatat bahwa Pegadaian mengestimasi penerimaan angsuran pembiayaan sebesar Rp31,3 triliun per bulan.





