Bisnis.com, DENPASAR – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jembrana meningkat 32,5% jika di tengah pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat.
Berdasarkan data resmi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jembrana, realisasi PAD tahun 2024 yang semula Rp184,5 miliar melonjak drastis menjadi Rp244,57 miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan sebesar Rp59,9 miliar ini membawa realisasi PAD menyentuh angka 105,96% dari target yang ditetapkan, atau mengalami surplus sebesar Rp13,7 miliar dari target.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menjelaskan peningkatan tersebut dampak dari bersih-bersih sistem. Optimalisasi pendapatan daerah, cermat dan efisien dalam belanja serta mencegah kebocoran pendapatan.
Ia menyoroti pentingnya menutup setiap celah kebocoran pendapatan yang selama ini dapat menghambat pertumbuhan PAD.
"Saya instruksikan kepada seluruh jajaran, jangan main-main dengan pajak rakyat! Tidak boleh ada ruang untuk pungutan liar atau kebocoran sistem. Kami fokus pada digitalisasi bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk transparansi dan akuntabilitas. Dengan sistem yang bersih, PAD meningkat tajam, serta belanja daerah secermat mungkin agar efektif dan efisien," jelas Kembang dikutip dari keterangan pers, Selasa (25/2/2026).
Senada dengan Bupati, Kepala BPKAD Jembrana I Gede Gusdiendi, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif pimpinan dalam melakukan konsolidasi dan koordinasi rutin. Bupati dan Wakil Bupati secara langsung memimpin Tim Optimalisasi Penerimaan PAD yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu PAD dan pemangku kepentingan terkait.
Baca Juga
- Sebanyak 98,68% Warga Jembrana Menjadi Peserta BPJS Kesehatan
- Efisiensi, Pemkab Jembrana Pangkas Anggaran Kendaraan Dinas
- Dana TKD Jembrana Dipangkas Rp99,4 Miliar pada 2026, Begini Dampaknya
"Pimpinan secara rutin mengevaluasi langsung capaian realisasi di lapangan. Dengan keterlibatan aktif pimpinan, permasalahan yang dihadapi dapat terurai dan segera mendapatkan solusi," ujar Gusdiendi.
Dalam menghimpun PAD, pegawai ditekankan berintegritas, menekankan kejujuran dalam pengelolaan dan pemungutan PAD. Kedua akselerasi digital dengan memperluas sistem pembayaran elektronik (e-retribusi) untuk transparansi. Ketiga melakukan validasi data potensi riil untuk mempermudah proses penagihan yang lebih akurat.
Peningkatan PAD ini diharapkan menjadi modal kuat bagi Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk mempercepat visi misi serta mendukung program-program yang langsung menyentuh kepentingan rakyat kecil.





