Ekonomi Ramadan 2026 Diproyeksi Meledak, Transaksi Bisa Rp1,4 Triliun per Hari

wartaekonomi.co.id
10 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perputaran uang selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan kembali menjadi motor utama ekonomi domestik. Nilai transaksi harian bahkan berpotensi menembus Rp1,4 triliun seiring meningkatnya konsumsi dan mobilitas masyarakat.

Proyeksi tersebut dihitung berdasarkan estimasi likuiditas yang disiapkan Bank Mandiri untuk menghadapi lonjakan aktivitas tahunan. Momentum Ramadan secara historis memang selalu diikuti peningkatan kebutuhan uang tunai dan transaksi digital.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyebut kebutuhan pengisian kas diperkirakan berada di rentang Rp1 triliun hingga Rp1,4 triliun per hari. Angka tersebut mengikuti pola transaksi tahunan yang cenderung meningkat menjelang Lebaran.

“Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Adhika dikutip dar ANTARA.

Sebagai langkah antisipasi, bank pelat merah ini menyiapkan dana tunai sebesar Rp44 triliun untuk periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026. Nilai tersebut naik sekitar 5 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp41,9 triliun.

Distribusi uang tunai dilakukan secara hati-hati dengan pendekatan prudent guna menjaga stabilitas likuiditas. Penguatan jaringan layanan nasional menjadi fokus agar kebutuhan masyarakat di berbagai daerah tetap terpenuhi.

Lonjakan tidak hanya terjadi pada transaksi tunai, tetapi juga pada kanal non-tunai. Untuk itu, Bank Mandiri menyediakan likuiditas Rp18 triliun pada rekening settlement BI-FAST selama 18 hingga 25 Maret 2026.

Pada periode puncak tersebut, nilai transaksi antarbank diproyeksikan dapat mencapai Rp2,5 triliun per hari. Kenaikan ini sejalan dengan pembayaran gaji, tunjangan hari raya, serta peningkatan belanja ritel.

Dari sisi infrastruktur fisik, perseroan mengoperasikan sekitar 12.900 unit ATM dan CRM di seluruh Indonesia. Selain itu, tersedia kurang lebih 322.000 mesin EDC guna mendukung transaksi di berbagai titik layanan.

Layanan digital juga diperkuat melalui aplikasi Livin’ by Mandiri yang kini mencatat 37,9 juta pengguna terdaftar. Kanal digital tersebut diproyeksikan menyerap lonjakan transaksi selama periode Ramadan.

Untuk mendukung kebutuhan pembayaran tol dan transportasi saat arus mudik dan balik, perusahaan menyiapkan sekitar 1,1 juta kartu e-money. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri.

Baca Juga: Hadapi Lonjakan Transaksi, Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp44 Triliun Jelang Lebaran

Kesiapan sistem turut diperkuat dengan pembentukan tim monitoring teknologi informasi yang bersiaga 24 jam. Tim ini memastikan seluruh layanan pembayaran berjalan stabil sepanjang Ramadan hingga Lebaran.

Dengan estimasi transaksi harian yang bisa mencapai Rp1,4 triliun, Ramadan 2026 diperkirakan kembali menjadi fase penting bagi pergerakan konsumsi nasional. Peningkatan likuiditas dan kesiapan infrastruktur perbankan menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Ekonomi Lokal, Bupati Jeneponto Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual Tenun Tope
• 9 jam laluterkini.id
thumb
Ketua Baleg Soroti ABK Fandi Dituntut Mati: Lihat Mens Rea, Hukum Bukan ATM
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Yayasan Hadji Kalla Salurkan Rp13,45 Miliar, Perkuat Program Kemanusiaan dan Lingkungan
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Terungkap! Asal Pelat L 1 XD Vellfire di SPBU Cipinang, Pelaku Agresif Karena Sabu dan Ganja
• 10 jam lalusuara.com
thumb
BEI Buka Gembok Suspensi Saham POLI, SKBM, MYTX Mulai Hari Ini (26/2)
• 14 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.