CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Memasuki bulan Ramadan, beberapa orang tua mulai mengajarkan anak untuk belajar menahan lapar dan haus.
Namun, perubahan pola makan dari tiga kali sehari menjadi hanya saat sahur dan berbuka tentu membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam hal pemenuhan gizi.
Tanpa perencanaan yang tepat, anak berisiko mengalami kekurangan cairan, mudah lemas, hingga nafsu makan menurun. Karena itu, penting bagi orang tua memahami strategi yang tepat agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi dan tumbuh kembang anak tidak terganggu selama menjalani puasa.
Memenuhi nutrisi anak saat mulai belajar puasa menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Perubahan pola makan dan jam istirahat bisa memengaruhi nafsu makan hingga kondisi tubuh si kecil.
Agar puasa tetap lancar tanpa mengganggu tumbuh kembang, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan.
1. Cukupi Kebutuhan Cairan Harian
Salah satu risiko saat anak mulai belajar puasa adalah dehidrasi. Anak usia sekolah membutuhkan sekitar 1–2 liter cairan per hari, tergantung berat badan.
Orang tua bisa membagi waktu minum dengan pola 25% saat berbuka, 25% saat makan malam, 25% sebelum tidur, dan 25% saat sahur
"Jika bosan minum air putih, infused water yang dicampur buah mungkin dapat menjadi solusi," kata dokter spesialis anak lulusan Universitas Indonesia, dr. Afiffa Mardhotillah, dikutip dari Antara, Kamis (26/2).
Sebaiknya gunakan botol minum dengan ukuran terukur. Hindari minuman tinggi gula berlebihan
2. Pilih Karbohidrat Indeks Glikemik Rendah
Agar anak tidak cepat lapar saat puasa, pilih sumber karbohidrat yang dicerna lebih lambat seperti nasi merah, kentang, oat, roti gandum.
Karbohidrat jenis ini membantu menjaga energi lebih stabil sepanjang hari.
3 Penuhi Kebutuhan Protein Harian
Protein penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan pertumbuhan anak. Kebutuhan protein sekitar 10–15 persen dari total kalori harian.
Sumber protein yang bisa dipilih dari telur, ayam, ikan, tahu dan tempe serta daging tanpa lemak.
Pastikan porsinya cukup dan diolah dengan cara sehat seperti dikukus, direbus, atau dipanggang.
4. Lengkapi dengan Lemak Sehat dan Serat
Menu sahur dan berbuka sebaiknya mengandung lemak sehat (alpukat, ikan, kacang-kacangan), serat dari sayur dan buah.
Serat membantu anak kenyang lebih lama dan menjaga pencernaan tetap lancar.
5. Hindari Makanan dan Minuman Tinggi Gula
Dianjurkan agar tidak membiasakan anak sahur atau berbuka dengan makanan tinggi gula.
Lonjakan gula darah yang terlalu cepat dapat membuat anak cepat lemas, mudah lapar kembali serta energi tidak stabil
Sebagai alternatif, pilih takjil alami seperti buah segar dibandingkan sirup atau minuman manis berlebihan.
6. Sesuaikan Menu dengan Selera Anak
Agar anak tetap semangat berpuasa sebaiknya sajikan makanan favoritnya, variasikan menu agar tidak bosan serta libatkan anak saat memilih atau menyiapkan menu
Dengan pendekatan ini, anak merasa lebih bersemangat dan tidak terpaksa menjalani puasa.




