Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menilai optimalisasi program Mobile Training Unit (MTU) dapat menjadi solusi untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja melalui pelatihan vokasi yang lebih mudah diakses masyarakat.
Khoirudin menjelaskan, konsep pelatihan bergerak memungkinkan masyarakat memperoleh keterampilan tanpa harus datang langsung ke lokasi pelatihan. Melalui MTU, fasilitas pelatihan justru mendatangi warga yang membutuhkan.
“Semacam Mobile Training Unit. Tidak perlu datang ke sana, mobilnya yang datang ke sini untuk memudahkan,” ujar Khoirudin, Kamis, 26 Februari 2026.
Ia mengungkapkan, saat ini kapasitas Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) masih terbatas dan belum mampu menampung seluruh peminat pelatihan. Dalam satu PPKD saja, jumlah pendaftar bisa mencapai lebih dari 5.000 orang.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan sarana dan prasarana pelatihan di berbagai wilayah Jakarta.
“Kalau kapasitasnya tidak pernah ditingkatkan, jumlah peserta tidak akan bertambah dan pengangguran tidak akan berkurang,” katanya.
Khoirudin menambahkan, jumlah angkatan kerja baru terus bertambah setiap tahun seiring kelulusan pelajar sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Karena itu, pemerintah daerah perlu bergerak cepat agar program pelatihan mampu mengimbangi pertumbuhan tenaga kerja baru.
“Kita harus adu cepat antara pelatihan yang kita lakukan agar mereka bisa diserap di dunia kerja dengan angkatan kerja baru yang terus tumbuh setelah lulus sekolah atau kuliah,” ujarnya.
Ia menilai, pelatihan keterampilan masih menjadi solusi jangka pendek untuk menekan angka pengangguran. Namun, program tersebut perlu diperluas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Menurutnya, dukungan kebijakan dari pemerintah daerah penting agar kerja sama dengan berbagai sektor dapat berjalan lebih efektif.
“Pelatihan bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak, asal ada kebijakan dan perintah dari gubernur. Ada keterbatasan birokrasi yang harus kita tembus,” jelasnya.
Selain itu, Khoirudin juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran yang lebih berpihak pada kebutuhan para pencari kerja. Ia mendorong pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu pembiayaan program pelatihan.
Sebagai langkah konkret, ia berencana menghadirkan pelatihan keterampilan seperti barista hingga pembuatan roti yang terbuka untuk masyarakat umum.
“Nanti saya juga akan mengundang food truck barista dan pelatihan pembuatan roti. Siapa pun yang ingin belajar membuka usaha barista atau kafe bisa ikut,” katanya.
Di sisi lain, Khoirudin juga menyinggung peluang kerja di Jepang yang masih membutuhkan sekitar 15.000 tenaga kerja. Namun, menurutnya, pengiriman tenaga kerja dari beberapa wilayah di Jakarta masih sangat terbatas.
Ia menegaskan, penyediaan lapangan kerja tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga sektor swasta.
“Kalau swasta saja bisa menyerap banyak tenaga kerja, kenapa pemerintah tidak,” tandasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





