Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba ambruk 2% pada perdagangan sesi 2 hari ini, Kamis (26/2/2026).
Sebanyak 642 saham anjlok, 196 saham harganya tak berubah, dan hanya 124 saham yang mengalami kenaikan. Volume perdagangan saham tercatat 36,06 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi mencapai 2,42 juta kali senilai Rp20,44 triliun.
IHSG mengalami koreksi dalam di tengah tekanan jual yang merata di sejumlah saham berkapitalisasi besar. Penurunan indeks dipicu kombinasi sentimen eksternal dan aksi ambil untung investor setelah reli dalam beberapa hari terakhir.
Sebagaimana diketahui pada awal pekan IHSG sempat naik 1,5% dan kemarin naik 0,5%.
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati ketidakpastian ekonomi serta perkembangan geopolitik.
Di dalam negeri, tekanan terbesar datang dari saham-saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap indeks. Pelemahan pada sektor perbankan dan komoditas menjadi kontributor utama koreksi IHSG siang ini.
Mengutip Refinitiv, Bank Central Asia (BBCA) yang turun 1,74% menjadi beban terbesar IHSG, yakni -9,48 indeks poin.
Kemudian Merdeka Copper Gold (MDKA) berkontribusi -6,82 indeks poin dan mengalami koreksi lebih dari 7%. Selain MDKA, saham komoditas lain juga ikut membebani indeks. Amman Mineral (AMMN) menyet IHSG sebesar -4,55 indeks poin dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) -3,98 indeks poin.
Selain BBCA, saham bank jumbo lain juga masuk dalam daftar top 10 laggards IHSG siang ini. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) membebani IHSG, masing-masing sebesar -6,29 indeks poin dan -5,82 indeks poin.
Adapun pada perdagangan Kamis ini, pasar keuangan Indonesia berpotensi bergerak lebih sensitif karena dibayangi rangkaian sentimen khususnya dari Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan State of the Union 2026 di hadapan Kongres AS pada Selasa malam waktu setempat atau Rabu pagi 25 Februari 2026 waktu Indonesia.
Dalam pidato hampir dua jam, Trump memamerkan capaian tahun pertama masa jabatan keduanya, mulai dari klaim perbatasan yang semakin ketat, penurunan inflasi, penguatan pasar saham, dorongan produksi energi, hingga arah kebijakan pajak dan tarif. Di saat yang sama, ia menegaskan narasi bahwa Amerika memasuki era keemasan menjelang peringatan 250 tahun kemerdekaan pada 4 Juli 2026.
Trump juga menegaskan pemerintahannya tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, sembari menyebut Teheran sebagai sponsor terbesar terorisme di dunia.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya pengerahan kekuatan militer AS di Timur Tengah. Namun, Trump dinilai belum banyak menjelaskan secara rinci kepada publik Amerika mengenai alasan dan batasan langkah yang dapat diambil, meski situasinya berpotensi mengarah pada eskalasi terbesar terhadap Iran sejak Revolusi 1979.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google




