Hotman Paris Heran ABK Fandi Dituntut Hukuman Mati: Tak Pernah Kenal Kaptennya, Baru Berlayar 3 Hari

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kuasa Hukum Anak Buah Kapal (ABK) Fandi Ramadhan, Hotman Paris mengungkapkan jika kliennya tak pernah bertemu dengan kapten kapalnya sebelum keberangkatan.

Mulanya, Hotman menjelaskan bahwa Fandi merupakan lulusan D4 jurusan mesin kapal dan melamar kerja secara resmi melalui sebuah agen pelayaran.

BACA JUGA:Perkiraan Harga Tiket Fan Meeting Kim Seon Ho di Jakarta 2026, Waktunya Siapin Tabungan!

BACA JUGA:Terkuak! Pengemudi Mobil yang Lawan Arah di Gunung Sahari Bawa 4 Nopol Palsu dan Sajam

Usai lulus, kata Hotman, Fandi melamar melalui agen. Hotman mengaku aneh, sebab kliennya tersebut tak pernah bertemu dengan kaptennya tersebut.

Bahkan, Fandi tak mengenal kapten tersebut. Fandi hanya mengetahui nama kapten tersebut dari agen, tempat dia melamar.

"Dia melamar ke suatu agen, dia melamar resmi ke suatu agen dan akhirnya diterima. Dan si agen ini mengatakan bahwa nanti kaptennya si ini, tapi si anaknya ini tidak pernah ketemu kaptennya, tidak pernah ketemu dan tidak kenal," jelas Hotman.

Ia bercerita pada 1 Mei, Fandi diantar ibunya ke rumah kapten untuk pertama kalinya. Dari sana, ia berangkat ke Thailand. Karena kapal belum siap beroperasi, Pandi bersama kru lainnya diinapkan di hotel selama 10 hari. Mereka baru naik ke kapal pada 14 Mei.

"Karena kapalnya katanya belum siap, 10 hari penuh (Fandi) diinapkan di hotel. Mulailah kapalnya itu, mereka memasuki kapal tanggal 14 (Mei 2025)," ucapnya.

BACA JUGA:Mastercard Strive Tingkatkan Daya Saing UMK, Berdampak ke 57 Persen Penerima Manfaat

BACA JUGA:Kampus UIN Suska Riau Berdarah, Mahasiswi Dibacok Mahasiswa Berawal karena Dighosting Soal Cinta

Hotman mengaku janggal ketika kapal yang dinaiki Fandi tak sesuai dengan kontrak kerja.

"Menurut kontrak, harusnya kapalnya North Star namanya. Tahu-tahu dibawa speedboat, dibawa ke kapal Sea Dragon. Jadi dari lamaran sama kapalnya berbeda," ucap Hotman.

Hotman menuturkan, tiga hari setelah berlayar, tepatnya pada 18 Mei, sebuah kapal nelayan datang dan membongkar 67 kardus ke kapal tersebut. Seluruh awak kapal diperintahkan membantu memindahkan muatan itu.

"Karena memang orang tidak banyak, oleh si kapten diperintahkan semua awak kapal untuk estafet memasukkan. Dan si anak ibu ini bolak-balik nanya, 'Ini apa?' Dan itu diakui oleh si kapten," tuturnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Potret Tukang Sol Jalanan: Penghasilan Tak Menentu, Diminta Jatah Ormas
• 6 menit lalukompas.com
thumb
Skrining malaria di Papua meningkat
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Kantor Imigrasi Pohuwato di Gorontalo Segera Beroperasi
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
ICW Nilai Ada 3 Permasalahan Terkait Impor Pikap dari India, Singgung Rentan Korupsi
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Sinopsis JEJAK DUKA DIANDRA SCTV Episode 54, Hari Ini Kamis 26 FEBRUARI 2026: Pernikahan Dirahasiakan, Jordan Hancur Saat Dimitri Antar Undangan
• 4 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.