JAKARTA, KOMPAS.com - Pedagang jamu bernama Mujiem (52) diduga menjadi korban dugaan hipnotis di kawasan Makasar, Jakarta Timur.
Ia kehilangan uang tabungan dan perhiasan dengan total kerugian sekitar Rp 25 juta.
"Ya itu duitnya Rp 20 juta, harga cincinnya ada suratnya, kayaknya Rp 5,2 juta," kata Mujiem saat ditemui, Kamis (26/2/2026).
Baca juga: Berkedok Jasa Urut, Pelaku Hipnotis di Tangerang Gasak Emas dan Uang Korban
Uang tersebut merupakan hasil berdagang yang dikumpulkan selama beberapa tahun terakhir.
"Uang tabungan jualan, itu sehari ya ada Rp 50.000, Rp 100.000. Kadang ada yang pesen, kalau ada yang pesen banyak tuh dijual di kantor, kadang Rp 400.000, kadang Rp 800.000, kadang Rp 500.000, tak ceburin semua ke celengan," imbuh dia.
Peristiwa bermula ketika seorang perempuan tak dikenal datang ke rumahnya pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Perempuan itu mengaku ingin membeli jamu sekaligus memberikan bantuan kepada warga dhuafa di sekitar lokasi.
Awalnya Mujiem menolak karena belum mulai berjualan dan bahan jamu belum tersedia.
Namun, perempuan tersebut tiba-tiba masuk ke bagian belakang rumah dengan alasan ingin ke kamar mandi.
"'Numpang kencing ya mbak ya', gitu langsung lari aja sendiri," ujar Mujiem.
Baca juga: Pakai Pelat Palsu, Calya Lawan Arah di Gunung Sahari Berpelat Asli B Jakarta
Meski sempat merasa janggal, Mujiem akhirnya percaya karena perempuan itu mengaku sudah lama mengenalnya dan sering membeli jamu.
Ia pun tanpa sadar menuruti permintaan pelaku, termasuk menunjukkan tas berisi tabungan dan modal usaha.
"Terus abis itu, eh dia bilang minta duit. Saya bilang nggak ada. 'Ah masa enggak ada'. Enggak tahu kenapa, tas saya itu saya unjukin dia, tas saya yang isi duit itu, tak unjukin dia. Terus 'saya taruh situ dulu, saya mau ke kamar mandi dulu', dia bilangnya gitu," tuturnya.
Setelah itu, pelaku meminta Mujiem menunggu di ruang tamu karena hendak berganti pakaian. Mujiem pun menuruti tanpa rasa curiga.