jpnn.com, SITUBONDO - Jumlah korban tewas akibat ledakan hebat serbuk petasan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, bertambah menjadi dua orang.
Korban terbaru, Abdurrahman (15), dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soebandi Jember.
BACA JUGA: 3 Bocah Cilacap jadi Korban Ledakan Mercon, Polda Jateng Ambil Langkah Tegas
- Korban meninggal dunia akibat ledakan petasan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, bertambah satu orang dan sehingga korban meninggal menjadi dua orang dan lima korban lainnya luka bakar.
Pada Rabu (18/2) pekan lalu sekitar pukul 12.00 WIB, rumah milik Ibu Kulsum (60) warga Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, ambruk rata dengan tanah setelah terjadi ledakan hebat dari serbuk petasan yang disimpan di dalam rumahnya.
BACA JUGA: Ledakan Mercon di Magelang, 13 Rumah Rusak, Satu Orang Terluka
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie di Situbondo, Kamis, membenarkan satu korban atas nama Abdurrahman (15) meninggal dunia setelah menjalani penanganan medis di RSUD dr. Soebandi Jember.
"Hari ini kami mendapatkan laporan bahwa satu korban ledakan petasan meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit di Jember," ujar dia.
Ledakan petasan tersebut menghancurkan rumah milik Ibu Kulsum (60) dan mengakibatkan tujuh korban mengalami luka bakar dan patah tulang dan dua korban lainnya meninggal dunia.
Akibat ledakan petasan itu, satu korban atas nama Supriyadi (50) meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan rumah, dan Abdurrahman (15) yang mengalami luka bakar hingga 90 persen juga meninggal setelah menjalani perawatan medis.
Sementara lima korban luka bakar lainnya, yakni Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), Fino (25) dan Ibu Kulsum (60) telah yang sebelumnya dirawat di RSUD Asembagus (Situbondo) kondisinya mulai membaik dan sedang menjalani rawat jalan.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




