Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi terjadi di wilayah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Jumat dini hari ini.
Berdasarkan informasi dan visual getaran dari BMKG yang diterima di Jakarta, menyatakan bahwa pusat gempa 3,2 magnitudo yang terdeteksi pukul 02.03 WIB berada di daratan pada kedalaman 33 kilometer sebelah barat Samosir.
Sebagaimana pembagian tiga kategori kedalaman gempa yang digunakan lembaga geologi dunia, termasuk BMKG, gempa tersebut masuk dalam kategori gempa dangkal karena berada pada rentang 0-70 kilometer dari permukaan bumi.
Namun BMKG menyampaikan bahwa data gempa di Samosir itu disampaikan pada tahap awal yang segera dipublikasikan setelah kejadian sehingga masih dimungkinkan mengalami pembaruan seiring masuknya data yang lebih lengkap.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” demikian keterangan BMKG.
Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari BMKG mengenai sumber gempa, dampak kerusakan maupun korban hingga potensi gempa susulan dan juga tsunami.
Namun BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan dari gempa susulan dan dampak lain yang dapat menyertainya.
Baca juga: Badan Geologi: Implementasi peta rawan gempa, mitigasi Sesar Lembang
Baca juga: Gempa bumi magnitudo 5,0 guncang Pasaman Barat, tak berpotensi tsunami
Berdasarkan informasi dan visual getaran dari BMKG yang diterima di Jakarta, menyatakan bahwa pusat gempa 3,2 magnitudo yang terdeteksi pukul 02.03 WIB berada di daratan pada kedalaman 33 kilometer sebelah barat Samosir.
Sebagaimana pembagian tiga kategori kedalaman gempa yang digunakan lembaga geologi dunia, termasuk BMKG, gempa tersebut masuk dalam kategori gempa dangkal karena berada pada rentang 0-70 kilometer dari permukaan bumi.
Namun BMKG menyampaikan bahwa data gempa di Samosir itu disampaikan pada tahap awal yang segera dipublikasikan setelah kejadian sehingga masih dimungkinkan mengalami pembaruan seiring masuknya data yang lebih lengkap.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” demikian keterangan BMKG.
Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari BMKG mengenai sumber gempa, dampak kerusakan maupun korban hingga potensi gempa susulan dan juga tsunami.
Namun BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan dari gempa susulan dan dampak lain yang dapat menyertainya.
Baca juga: Badan Geologi: Implementasi peta rawan gempa, mitigasi Sesar Lembang
Baca juga: Gempa bumi magnitudo 5,0 guncang Pasaman Barat, tak berpotensi tsunami





