Tak Hanya Swasembada Energi, Program Biodiesel Berkontribusi untuk Ketahanan Pangan

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Program biodiesel berbasis kelapa sawit ini menunjukkan kontribusi bagi ketahanan energi nasional sekaligus perekonomian Indonesia.

Tak Hanya Swasembada Energi, Program Biodiesel Berkontribusi untuk Ketahanan Pangan (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Fadhil Hasan mengatakan biodiesel kini menjadi bagian penting kebijakan energi lintas sektor. 

Sebab, program biodiesel berbasis kelapa sawit ini menunjukkan kontribusi bagi ketahanan energi nasional sekaligus perekonomian Indonesia. 

Baca Juga:
Kemenag Ajak Umat Islam Berkecukupan Lampaui Standar Minimal Zakat

Menurut Fadhil, pemerintah telah menerbitkan Kebijakan Energi Nasional terbaru melalui PP No. 40 Tahun 2025 sebagai pengganti aturan lama. Regulasi ini disusun untuk menjawab tantangan turunnya produksi minyak, meningkatnya impor, serta kebutuhan energi yang terus naik seiring target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

“Biodiesel berperan strategis dalam swasembada energi. Sawit dan turunannya menjadi sumber energi terbarukan sekaligus mendukung ketahanan pangan,” ujarnya keterangannya Jumat (27/2/2026).

Baca Juga:
Momen Prabowo Berbuka Puasa Bersama Pangeran MBZ di Abu Dhabi

Sepanjang tahun lalu, realisasi biodiesel tercatat 14,2 juta kiloliter dan berhasil mengurangi impor solar sekitar 3,3 juta kiloliter. Capaian tersebut dinilai memberi kontribusi langsung terhadap indeks ketahanan energi nasional.

Subkoordinator Pengawasan Usaha Bioenergi, Direktorat Bioenergi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Herbert Wibert Victor menjelaskan biodiesel didistribusikan melalui skema pencampuran wajib (blending) di terminal sebelum disalurkan ke SPBU dan industri.

Baca Juga:
Wall Street Berakhir Melemah, Indeks Nasdaq Turun 1,2 Persen

Adapun untuk 2026, kapasitas terpasang industri biodiesel mencapai 22 juta kiloliter dengan alokasi penyaluran sekitar 16,5 juta kiloliter. Realisasi 2025 sendiri telah mencapai hampir 15 juta kiloliter atau sekitar 96 persen dari target.

Pemerintah juga menyiapkan skema insentif berbasis selisih harga solar guna menjaga keberlanjutan program, termasuk untuk sektor PSO dan non-PSO.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal APROBI, Ernest Gunawan menyebut Indonesia kini menjadi salah satu pelaksana program biodiesel terbesar di dunia. Menurutnya, banyak negara menjadikan Indonesia sebagai rujukan karena sukses menjalankan mandat campuran hingga B40 secara nasional. “Kita sering disebut ‘big brother’ biodiesel. Skala kita paling besar di dunia,” ujarnya.

Dia menambahkan, program B40 saja telah melibatkan sekitar 1,9 juta tenaga kerja dari hulu hingga hilir serta menghasilkan penghematan devisa sekitar Rp140 triliun pada 2025.

Aprobi menyatakan industri siap meningkatkan kapasitas menuju B50, namun implementasinya perlu hati-hati agar tidak mengganggu pasokan bahan baku dan kebutuhan pangan. “B40 saat ini sudah ideal dan berkelanjutan. Ke depan kita tetap optimistis, selama kebijakan disiapkan matang bersama sektor hulu,” kata Ernest.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fakta Setelah Borneo FC Tekuk Arema FC di Segiri: Dejavu
• 1 jam lalubola.com
thumb
AS Kenakan Tarif Hingga 143 Persen pada Panel Surya Indonesia
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Dissenting Opinion, Hakim Mulyono Bela Kerry Anak Riza Chalid
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Di Balik Kebahagiaan Dwi Sasetyaningtyas, Kemenkum Respons Alumni LPDP: Tidak Layak dan Tidak Elok
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Komisi III Panggil Penyidik BNN dan Jaksa Buntut ABK Dituntut Mati pada Kasus Narkoba 2 Ton
• 4 menit lalubisnis.com
Berhasil disimpan.