Bos BGN Respon Insentif Rp6 juta Perhari: Bukan Dana dari APBN

eranasional.com
7 jam lalu
Cover Berita

 

Jakarta, ERANASIONAL.COM — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana angkat bicara soal kebijakan insentif Rp6 juta per hari untuk fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dadan juga menegaskan skema tersebut merupakan strategi yang efisien dan minim risiko negara bukan sebuah pemborosan.

Lebih lanjut Dadan menjelaskan bahwa terdapat sejumlah prinsip mendasar dalam skema kemitraan tersebut.

“Pertama, Rp6 juta per hari bukanlah dana pembangunan dari APBN, melainkan bagian dari mekanisme pembayaran layanan atas SPPG yang telah berjalan. Seluruh proses pembangunan fisik dilakukan dengan investasi mandiri oleh mitra,” ujar Dadan dalam keterangan tertulis seperti dikutip di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Dia juga mengatakan kedua, seluruh risiko ditanggung sepenuhnya oleh mitra, mulai dari risiko pembangunan, pelaksanaan operasional, evaluasi, hingga risiko bencana alam.

Sebagai contoh, Dadan mengatakan ketika salah satu SPPG di Aceh terdampak banjir hingga mengalami kerusakan, kerugian sepenuhnya menjadi tanggung jawab mitra dan bukan BGN. Mitra wajib membangun kembali tanpa tambahan beban anggaran negara.

“Seperti di aceh ketika SPPG tersapu banjir maka yang rugi adalah mitra bukan BGN, mereka harus bangun lagi. Jadi kita memindahkan resiko total kepada mitra, makanya saya sampaikan 6 juta itu sangat efisien karena BGN tidak mengeluarkan satu rupiahpun untuk pemeliharaan, perbaikan dan lain-lain,” jelas Dadan.

Ketiga, lanjut dikatakannya, pembangunan oleh mitra dipastikan berlangsung lebih efisien karena tidak mungkin melaukan mark up untuk dirinya sendiri.

Mitra akan membangun fasilitas seoptimal mungkin sesuai kebutuhan layanan. Salah satu contoh adalah pembangunan SPPG oleh Persatuan Islam (Persis) yang dinilai sangat baik dengan nilai investasi sekitar Rp3 miliar.

“Saya liat kemaren SPPG yang dibangun oleh Pondok Pesantren Persatuan Islam (Persis) itu sangat bagus sekali, itu dibangun dengan dana tiga miliar. Saya yakin kalau itu dibangun oleh dana APBN itu nilainya 6 miliar, jadi kita sudah 50 persen lebih efisien,” ungkap Dadan.

Keempat, lanjut dikatakannya, aspek yang dinilai paling strategis adalah keunggulan dalam kecepatan waktu (the winning of time). Melalui skema kemitraan, bangunan representatif dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan.

“Bangunan semewah Persis, Polri, atau tempat lain yang mewah-mewah itu bisa dibangun dalam waktu dua bulan, selesai. Kalau APBN bagaimana? Satu, harus tunjuk konsultan dulu. Konsultan perencanaan berapa bulan? Dua bulan. Kemudian berkirim surat ke Pemda untuk pinjam pakai, berapa bulan? Satu bulan. Kemudian sudah dapat tanahnya, begitu disurvei ternyata tidak cocok, apa yang dilakukan? Harus geser. Ketika geser, apa yang dilakukan? Minta izin ke Kementerian Keuangan untuk menggeser posisi, satu bulan lagi. Selesai. Semua selesai, apa yang dilakukan? Tender. Tender berapa? 45 hari. Sementara mitra yang bangun, 45 hari sudah selesai,” tegas Dadan.

Saat ini, BGN telah memiliki 24.122 SPPG yang seluruhnya dibangun melalui skema kemitraan dan telah beroperasi. Rata-rata pembangunan mencapai 50 SPPG per hari.

Capaian ini menjadi bukti bahwa pendekatan kemitraan mampu menghadirkan percepatan signifikan sekaligus menjaga efisiensi dan akuntabilitas anggaran.

Untuk itu, BGN menegaskan bahwa kebijakan insentif fasilitas SPPG Rp6 juta per hari bukanlah pemborosan, melainkan strategi untuk memastikan layanan pemenuhan gizi berjalan cepat, efisien, serta meminimalkan risiko fiskal negara, dengan tetap menjunjung prinsip tata kelola yang baik.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cedera Hamstring saat Latihan, Frenkie de Jong Absen Bela Barcelona 6 Minggu
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Misteri Potongan Tubuh di Pantai Ketewel, Kini Diautopsi di RSUP Ngoerah
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IKI Februari 2026 Tembus 54,02, Industri Pengolahan Tetap Ekspansi
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Kapolri Ajak Pemuda Kawal Asta Cita, Singgung Situasi Panas Geopolitik Dunia
• 19 jam laludetik.com
thumb
Kerry Anak Riza Chalid Divonis 15 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.