PT Astra International Tbk (ASII) membukukan kinerja yang stabil pada tahun lalu di tengah kondisi industri yang menantang.
IDXChannel - PT Astra International Tbk (ASII) membukukan kinerja yang stabil pada tahun lalu di tengah kondisi industri yang menantang, terutama otomotif dan pertambangan yang menjadi pilar bisnis Astra Group.
Astra mencetak laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp32,8 triliun sepanjang 2025, turun 3 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp33,9 triliun. Laba bersih divisi Otomotif & Mobilitas serta Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi melemah meski ditahan oleh divisi-divisi bisnis lainnya.
Divisi Otomotif & Mobilitas meraup laba bersih Rp11,4 triliun, relatif stagnan, sedangkan Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi turun 24 persen menjadi Rp9,09 triliun.
“Pada tahun 2025, laba Grup mengalami penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru. Namun, kinerja bisnis Grup tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya," kata Presiden Direktur Astra, Djoni Bunarto Tjondro melalui keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).
Divisi Otomotif & Mobilitas cukup menantang di tengah penjualan mobil secara nasional yang turun 7 persen menjadi 804 ribu unit. Namun, pelemahan divisi ini sedikit terhana dengan kinerja PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) yang meraup laba bersih Rp1,8 triliun, tumbuh 18 persen.
Divisi Jasa Keuangan milik Astra Group meraih laba bersih Rp8,9 triliun, tumbuh 9 persen, sejalan dengan pertumbuhan laba pada bisnis lainnya. Laba divisi Agribisnis (CPO) misalnya, tumbuh 28 persen menjadi Rp1,17 triliun.
Laba divisi Infrastruktur melesat 24 persen menjadi Rp1,26 triliun, IT naik 33 persen menjadi Rp208 miliar, dan properti melejit 224 persen menjadi Rp719 miliar.
Kenaikan laba divisi properti ini imbas aksi korporasi Astra yang mengakuisisi PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP). Capaian ini berasal dari aset-aset gudang industri serta pengakuan goodwill negatif atas akuisisi.
Djony memperkirakan, kondisi operasional pada beberapa bisnis Astra masih tetap menantang ke depan meski perseroan melihat adanya perbaikan pada sentimen konsumen secara keseluruhan.
"Astra akan tetap berfokus pada keunggulan operasional dan alokasi modal yang disiplin, dengan memanfaatkan posisi neraca Astra yang kuat untuk mendukung penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan," ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)





