Bisnis.com, JAKARTA — Pakistan mendeklarasikan perang terbuka dengan Afghanistan setelah sebelumnya kedua pihak saling berbalas serangan.
Dilansir dari BBC, Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja M Asif telah menyatakan perang terbuka terhadap pemerintah Taliban Afghanistan. Deklarasi ini muncul setelah serangkaian serangan terhadap kota-kota besar Afghanistan. Sebelumnya, Pakistan mengklaim mendapatkan serangan dari Afghanistan.
Dia menjelaskan bahwa Pakistan telah melakukan segala upaya untuk menjaga situasi tetap normal terkait hubungannya dengan Afghanistan, melalui cara langsung dan melalui negara-negara sahabat. Pakistan terlibat dalam diplomasi penuh.
"Kesabaran kami telah habis. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami [Pakistan] dan Anda [Afghanistan]," kata Khawaja dilansir dari BBC pada Jumat (27/2/2026).
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari juga telah memuji respons negaranya terhadap serangan Taliban Afghanistan.
“Respons angkatan bersenjata kita komprehensif dan tegas. Mereka [Afghanistan] yang salah mengartikan perdamaian kita sebagai kelemahan akan menghadapi respons yang kuat dan tidak seorang pun akan luput dari jangkauan," katanya.
Baca Juga
- Pakistan Kirim Serangan Udara ke Afghanistan, Targetkan Kamp Kelompok Bersenjata
- Dubes hingga KSAU Pakistan Datangi Prabowo di Istana, Bahas Kerja Sama Pertahanan
- RI Minat Beli Jet Tempur JF-17 dan Drone Shahpar Buatan Pakistan
Sebelumnya, Pakistan telah mengkonfirmasi serangan terhadap kota-kota Afghanistan, Kabul dan Kandahar. Serangan tersebut merupakan balasan. Sebab, Pakistan mengklaim dua tentaranya tewas setelah operasi Taliban Afghanistan di sepanjang perbatasan bersama mereka.
Di sisi lain, Taliban Afghanistan mengatakan telah melancarkan operasi skala besar sebagai tanggapan terhadap serangan dari Pakistan awal pekan ini. Taliban Afghanistan mengklaim serangan dari Pakistan itu telah menewaskan sedikitnya 18 orang.
Juru bicara militer Taliban Mawlawi Wahidullah Mohammadi mengatakan operasi pembalasan telah diluncurkan sekitar pukul 20.00 waktu setempat pada Kamis (26/2/2026). Menurutnya, serangan itu telah menewaskan banyak tentara Pakistan dan menangkap yang lainnya.
Masing-masing pihak, baik Pakistan dan Afghanistan memang saling menuduh siapa yang menyerang lebih dahulu. Kedua negara juga mengklaim telah menimbulkan kerugian besar pada pihak lain.
Hubungan antara Pakistan dan Afghanistan memang memburuk sejak otoritas Taliban berkuasa di Afghanistan pada 2021. Kemudian, terjadi sengketa perbatasan dan isu keamanan di kedua negara.
Sempat terjadi gencatan senjata pada Oktober 2025 yang dimediasi Qatar serta Turki. Namun, serangan-serangan yang terjadi saat ini kemudian mengancam gencatan senjata antara negara-negara tetangga di Asia Selatan.





