Melihat Wajah RSUD Kota Bima yang Baru, Siap Tangani Kasus KJSU-KIA

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Penguatan layanan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uro-nefro) dan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) menjadi fokus utama pengembangan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), seiring hadirnya gedung rumah sakit yang baru.

Direktur RSUD Kota Bima Fathurrahman, menegaskan bahwa perubahan paling mendasar di fasilitas baru tersebut adalah pengembangan layanan KJSU yang lebih optimal

“Yang jelas saat ini di rumah sakit yang baru ini, perubahannya adalah di layanan KJSU yang akan kita kembangkan di rumah sakit baru ini, yang selama ini memang tidak kita miliki di rumah sakit yang lama,” ujarnya di RSUD Kota Bima, NTB, Jumat (27/2).

Ia merinci, layanan kanker akan dikembangkan dengan dukungan handling sitotoksik. Untuk jantung, rumah sakit merencanakan pembukaan pelayanan cath-lab. Sementara pada layanan uro-nefro akan dibuka fasilitas hemodialisa. Penanganan stroke juga diperkuat dengan pengembangan CT Scan dan cath lab.

“Kita akan kembangkan layanan kanker. Dengan adanya handling sitotoksik, kita akan lakukan jantung dengan rencana kita membuka pelayanan cath-lab. Terus uro-nefro juga kita rencanakan dengan membuka layanan hemodialisa dan stroke dengan kita mengembangkan juga CT scan dan cath lab itu sendiri. Yang kami fokuskan (juga) di sini adalah KJSU dan kesehatan ibu dan anak,” jelasnya.

Bagian dari Program Nasional

Pengembangan gedung baru RSUD Kota Bima ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan status rumah sakit di daerah yang belum memiliki rumah sakit tipe C.

Peletakan batu pertama pembangunan sebelumnya dilakukan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 28 Mei 2025. Pembangunan ini termasuk dalam Program Quick Win Presiden Prabowo Subianto untuk pemerataan layanan kesehatan.

Dalam sambutannya saat itu, Budi menegaskan tujuan pembangunan adalah agar masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke kota lain untuk penanganan penyakit mematikan, seperti jantung, stroke, ginjal, dan kanker.

Rumah sakit ini dirancang dilengkapi peralatan medis modern seperti CT Scan, Cath Lab, laboratorium patologi anatomi, immunohistochemistry untuk diagnosis kanker, Cytotoxic Drug Cabinet untuk kemoterapi, serta fasilitas hemodialisa bagi pasien gagal ginjal kronis.

“Pasien bisa menjalani cuci darah dua hingga tiga kali seminggu, dan sangat tidak memungkinkan jika harus dirujuk ke provinsi,” tutur Budi.

Kurangi Rujukan 14–16 Jam

Menurut dr. Fathurrahman, kebutuhan layanan KJSU di Kota Bima sangat mendesak karena kasus-kasus tersebut paling sering dirujuk ke provinsi dengan waktu tempuh 14–16 jam melewati laut.

“Sehingga kadang-kadang pasien tidak selamat di jalan, makanya kita sangat antusias mengembangkan layanan KJSU-KIA di Kota Bima ini,” katanya.

Ia menyebut hampir setiap minggu pihaknya merujuk pasien KJSU.

“Kasus-kasus jantung itu paling sering untuk pemasangan ring, segala macam paling sering kita bawa ke sana, kasus-kasus stroke,” tegasnya.

Bahkan, lanjut Fathurrahman, rata-rata dua kasus KJSU per minggu harus dirujuk ke Mataram.

“Mungkin hampir seminggu itu dua kasus KJSU kita rujuk ke Mataram, ke provinsi,” tambahnya.

Kapasitas dan SDM

Untuk kapasitas rawat inap, saat ini masih tersedia 100 tempat tidur. Namun berdasarkan rasio jumlah penduduk, kebutuhan ideal mencapai 170 tempat tidur.

“Masih tetap 100 bed. Kita berharap ke depan, kita bisa menambah jumlah bed karena rasio jumlah penduduk dengan jumlah bed ini yang belum seimbang. Secara jumlah penduduk, kita butuh 170 bed,” jelas Fathurrahman.

Dari sisi sumber daya manusia, ia memastikan RSUD telah memiliki SDM yang cukup untuk layanan rumah sakit tipe C, sembari terus mendorong dokter PNS maupun ASN Kota Bima melanjutkan pendidikan spesialis.

“SDM terus kita kembangkan. Saat ini kita sudah memiliki SDM yang cukup untuk layanan rumah sakit tipe C. Kami pun mendorong dokter-dokter yang PNS Kota Bima maupun ASN Kota Bima melakukan sekolah. Kami terus membuka jalur untuk pendidikan mereka dan sudah sebagian besar kita bisa terpenuhi. Tapi lagi proses pendidikan mereka, terus kita usahakan,” katanya.

Adapun SDM yang tersedia saat ini adalah sebagai berikut:

Gedung Baru Rampung Bertahap

Gedung induk rawat jalan dan layanan utama KJSU di lokasi baru telah selesai dibangun. Penyelesaian yang masih berjalan hingga Juni adalah ruang rawat inap KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) dan ruang laundry.

“Yang sekarang gedung induk untuk rawat jalan dan layanan-layanan utama KJSU-nya sudah selesai dibangun. Yang kita proses penyelesaian pembangunan sampai bulan 6 itu hanya rawat inap KRIS dan ruang laundry,” ujarnya.

Selain itu, tersedia Unit Transfusi Darah (UTD), ruang utilitas pendukung, serta fasilitas standar rumah sakit tipe C yang diklaim telah terpenuhi.

Pemindahan operasional ke gedung baru direncanakan pada bulan Juli.

“Jadi kita rencana pindah ke sini bulan 7. Setelah pindah ke sini, kita akan mengurus izin yang baru di sini. Baru kita tinggalkan tipe C, baru kita akreditasi kembali,” katanya.

Sementara gedung lama direncanakan akan dimanfaatkan sebagai pusat rehabilitasi narkoba dan untuk pasien gangguan jiwa.

“Terus di lokasi yang lama, kita rencananya membangun pemerintah Kota Bima itu pusat rehabilitasi narkoba dan mungkin dengan pasien-pasien gangguan jiwa. Karena di Kota Bima ini kasus gangguan jiwa masih cukup banyak,” pungkas Fathurrahman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Milisi Irak Suruh Anggotanya Bersiap untuk Perang Panjang Iran-AS
• 3 jam laludetik.com
thumb
Penampakan Ko Erwin Bandar Narkoba Usai Ditangkap Bareskrim
• 8 jam laludetik.com
thumb
Soroti Dugaan Penyimpangan di METI, Gerakan Pemuda Energi Desak Penegakan Hukum Bergerak
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
OJK: Suku Bunga Kredit Sudah Turun ke Kisaran 8%
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Indeks Kepercayaan Industri Turun Tipis Jadi 54,02 di Februari 2026, Masih di Zona Ekspansif
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.