Fakta-fakta Sebelum Petunjukan Shen Yun di Australia, Saat Ancaman Bom dari Partai Komunis Tiongkok Menyebabkan Evakuasi Darurat PM Albanese  

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pada 24 Februari, akibat menerima ancaman bom dari Partai Komunis Tiongkok, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dievakuasi secara darurat dari kediaman resminya di ibu kota Canberra. Sejumlah pejabat tinggi Australia lainnya juga menghadapi ancaman serupa. Sebelumnya, pihak berwenang setempat menerima surel ancaman pembunuhan yang menuntut pembatalan pertunjukan Shen Yun Performing Arts. Insiden ini menarik perhatian media arus utama internasional. Berikut laporan wartawan NTD.

“Ancaman pembunuhan terjadi beberapa hari sebelum jadwal pertunjukan Shen Yun di Amerika Serikat. Shen Yun adalah kelompok seni tari klasik Tiongkok dan musik tradisional yang bermarkas di New York, dan selama bertahun-tahun telah menjadi target penindasan lintas negara oleh PKT,” demikian reporter NTD

Sebuah surel berbahasa mandarin yang diterima pada 10 Februari mengancam bahwa “jika pertunjukan Shen Yun tetap berlangsung, Anthony Albanese akan celaka,” serta mengancam keselamatan pribadi seluruh pejabat tinggi Australia lainnya. 

Pada 22 Februari, surel kedua menyatakan:  “Sejumlah besar bahan peledak nitrogliserin telah ditempatkan di Kantor Perdana Menteri di Adelaide Avenue, kawasan Deakin, Canberra. Jika Shen Yun tetap tampil, kantor perdana menteri akan diledakkan hingga menjadi puing berdarah.”

Perdana Menteri Albanese pada Selasa malam (24 Februari) dievakuasi dari kediamannya di Canberra karena ancaman keamanan, dan kembali beberapa jam kemudian setelah tidak ditemukan hal mencurigakan.

Pihak kepolisian menyatakan telah melakukan penggeledahan menyeluruh, namun tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut.

Asosiasi Falun Dafa Australia mengeluarkan pernyataan bahwa seluruh ancaman telah dilaporkan kepada badan keamanan nasional dan penegak hukum Australia. Mereka memuji langkah-langkah yang diambil untuk menjamin keselamatan publik serta melindungi pejabat terpilih—termasuk perdana menteri—dan menegaskan bahwa pertunjukan Shen Yun di Australia akan berlangsung aman dan lancar.

Jurnalis senior Tang Hao mengatakan:  “Shen Yun menghidupkan kembali di panggung Tiongkok sebelum dikuasai komunisme. Penonton langsung memahami bahwa Partai Komunis telah merusak peradaban dan bangsa Tionghoa, serta menyadari bahwa PKT adalah organisasi teroris yang anti-peradaban, anti-kemanusiaan, dan anti-moral. Inilah alasan utama mengapa PKT takut pada Shen Yun.”

Ketua Global Tuidang Service Center Wang Zhiyuan menyatakan:  “PKT bahkan menggunakan ancaman semacam ini di negara-negara bebas di komunitas internasional, langsung mengintimidasi kepala pemerintahan suatu negara. Ini membuat orang bisa membayangkan betapa besarnya ancaman yang dihadapi kelompok Falun Gong dan komunitas beriman di Tiongkok daratan selama lebih dari 20 tahun.”

Beberapa minggu sebelumnya, para pemimpin di Inggris, Korea Selatan, dan Denmark juga menerima ancaman dengan redaksi serupa, termasuk ancaman terhadap penonton dan pengelola lokasi pertunjukan. Namun, tidak terjadi insiden berbahaya.

Tang Hao menambahkan:  “Trik-trik ini sering kali penuh celah, sehingga orang langsung tahu itu ulah PKT.”

Wang Zhiyuan mengatakan:  “Metode ‘perang tanpa batas’ PKT justru akan memicu dunia untuk membersihkan PKT. Membubarkan PKT adalah tanggung jawab bersama umat manusia. Saya menyerukan masyarakat dunia untuk berpartisipasi dalam petisi End CCP yang diluncurkan oleh Pusat Layanan Tuidang di seluruh dunia, menggunakan tanda tangan untuk mendukung upaya pembubaran PKT dan pembersihan komunisme.”

Wartawan menambahkan:  Menurut statistik Falun Dafa Information Center, sejak Maret 2024, lebih dari 130 surel ancaman pembunuhan dan bom yang menargetkan Shen Yun telah diterima oleh individu dan lembaga terkait. Selain itu, terdapat puluhan surel ancaman kekerasan yang secara langsung menargetkan pejabat dan lembaga Amerika Serikat yang mendukung Falun Gong.

Reporter New Tang Dynasty Television Yu Liang dan Ying Xiang, melaporkan dari New York.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Dipikul Hingga Dikayuh, Separuh Abad Hidup Suhanda di Jalanan Jakarta
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Puluhan Kepala SPPG di Solo Raya Keluhkan Minimnya Ruang Istirahat Dapur MBG, Waka BGN Ancam Suspend Mitra
• 4 jam laludisway.id
thumb
Menkes Tak Ingin RSUD Bima Jadi Rujukan Regional: Mahal, Kasihan Keluarga Pasien
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Menakar Keadilan di Balik Penetapan Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ketua Banggar Sebut MBG Masuk Dalam Postur Dana Pendidikan APBN
• 15 menit lalujpnn.com
Berhasil disimpan.