Liputan6.com, Jakarta - PT Transjakarta meluncurkan hotline atau saluran khusus bagi pengemudinya (pramudi) agar bisa melaporkan situasi di lapangan. Hotline disiapkan sebagai upaya menekan risiko kecelakaan bus, semisal peristiwa adu banteng dua armada di Koridor 13 ruas Swadarma arah Cipulir, Jakarta Selatan beberapa hari yang lalu.
Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menjadikan keselamatan sebagai DNA perusahaan, bukan sekadar prosedur administratif.
Advertisement
“Keselamatan bukan hanya target operasional. Ia adalah nilai, budaya, dan tanggung jawab moral kita kepada masyarakat,” kata Welfizon dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (27/2/2026).
Welfizon menyebut bahwa sepanjang 2025, Transjakarta mencatat capaian 413 juta pelanggan. Transjakarta kini memikul amanah besar sebagai ekosistem transportasi publik terbesar di Indonesia.




