Kementerian Pertahanan Pakistan mengumumkan perang terbuka terhadap Afghanistan, Jumat (27/2). Hal itu diumumkan setelah Pakistan membombardir sejumlah kota besar di negara tetangganya tersebut.
Konflik Afghanistan–Pakistan pecah sejak Oktober 2025 lalu. Pertempuran kedua negara saat itu menewaskan lebih dari 70 orang dari kedua belah pihak.
Sempat mereda, ketegangan kembali pecah pada Kamis (26/2). Pasukan darat Pakistan menyerbu berbagai titik di perbatasan Afghanistan. Pada saat bersamaan, pesawat tempur Pakistan menggempur ibu kota Kabul dan beberapa kota besar lainnya.
Pakistan menyebut serangan tersebut merupakan bentuk balas dendam terhadap Afghanistan yang dinilai tak mampu meredam milisi bersenjata yang lebih dulu menyerang wilayahnya.
Tuduhan Pakistan itu dibantah Taliban yang menguasai Afghanistan.
Meski ada bantahan, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengumumkan konfrontasi total terhadap Afghanistan yang dipimpin kelompok Taliban.
“Kesabaran kami telah mencapai batasnya. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan kalian,” tulis Asif seperti dikutip dari AFP.
Secara terpisah, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan negaranya memiliki kemampuan penuh untuk menghancurkan Afghanistan.





