EtIndonesia. Di Chaozhou, Provinsi Guangdong, Tiongkok, sepasang suami istri bertengkar di atas jembatan pada hari keenam Tahun Baru Imlek. Sang suami kemudian melemparkan anak mereka yang masih kecil ke sungai. Beruntung, anak tersebut akhirnya berhasil diselamatkan. Media daratan Tiongkok melaporkan bahwa penyebab insiden ini adalah tekanan hidup jangka panjang.
Video yang beredar di internet memperlihatkan bahwa pada 22 Februari (hari keenam Imlek), pasangan tersebut bertengkar hebat di atas jembatan. Pria itu kehilangan kendali emosi dan mengangkat seorang anak kecil di sampingnya lalu melemparkannya ke sungai.
Sang istri langsung histeris dan melompat ke sungai untuk menyelamatkan anaknya, sementara pria itu kemudian ikut melompat. Satu anak lainnya tertinggal di atas jembatan sambil menangis dan berteriak histeris.
Menurut laporan sejumlah media di daratan Tiongkok, pasangan tersebut adalah pekerja migran dari luar daerah yang datang ke Chaozhou untuk bekerja. Keluarga beranggota empat orang itu hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit. Pada hari kejadian, kedua orang tua membawa dua anak mereka berjalan-jalan di jembatan. Akibat tekanan hidup yang berkepanjangan dan konflik rumah tangga, pertengkaran pun meledak.
Pria tersebut, yang dilaporkan dalam kondisi mabuk, kehilangan akal sehat dan melemparkan anaknya ke sungai yang dingin. Tangisan pilu anak yang tertinggal di jembatan menarik perhatian banyak orang yang melintas.
Tak lama kemudian, dua pemuda melompat ke sungai dan, dengan bantuan warga sekitar, berhasil menyelamatkan ketiga orang dari dalam air.
Seorang saksi mata mengatakan bahwa saat anak tersebut diangkat ke darat, wajahnya sudah membiru dan ia tidak lagi menangis.
Seorang warga yang memiliki pengalaman pertolongan pertama segera melakukan resusitasi jantung-paru (CPR) hingga anak itu kembali bernapas. Setelah itu, sang ibu dan kedua anaknya dibawa dengan ambulans ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan perawatan, sementara pria tersebut langsung diamankan oleh polisi.
Setelah peristiwa ini terungkap, warganet ramai mengecam tindakan tersebut. Ada yang menulis, “Hanya melampiaskan amarah pada anak, menyakiti anak—itu bukan manusia.” Ada pula yang berkata, “Harimau pun tidak memangsa anaknya sendiri; ini terlalu kejam.” Banyak yang khawatir, “Trauma psikologis anak ini akan membekas seumur hidup.” Namun sebagian netizen juga menghela napas, “Seberapa besar tekanan hidup sampai bisa memaksa seseorang berbuat sejauh ini?”
Editor penanggung jawab: Chen Zhenjin





