Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Pemkot Jaktim menutup permanen dua akses Taman Kota Cawang karena dugaan penyalahgunaan fungsi pada malam hari.
  • Penutupan dilakukan melalui pengecoran dan pengelasan celah pagar sebagai upaya preventif gangguan sosial.
  • Tindakan ini merupakan penertiban terpadu untuk mengurangi kerawanan sosial di area taman tersebut.

Suara.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menutup permanen dua titik akses masuk Taman Kota di kawasan Cawang, Kebon Pala, Makasar, setelah muncul dugaan penyalahgunaan fungsi taman pada malam hari.

Dikutip dari Antara, Camat Makasar Dimas Prayudi mengatakan penutupan dilakukan dengan pengecoran agar akses tersebut tidak lagi bisa digunakan.

"Ada dua titik yang hari ini kita coba tutup secara permanen dengan pengecoran, bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota," ujar Dimas di Taman Kota Cawang, Jakarta Timur, Jumat, dikutip dari ANTARA.

Langkah tersebut merupakan bagian dari penertiban terpadu yang melibatkan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, pihak kelurahan, serta unsur tiga pilar, yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Pala.

Dimas menjelaskan, penutupan dilakukan sebagai upaya preventif menyusul adanya laporan dan perhatian masyarakat terkait dugaan aktivitas prostitusi sesama jenis yang terjadi di area taman pada malam hari.

"Kita mencoba mengurangi dampak kerawanan sosial di lokasi taman yang ada di Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, karena ada beberapa informasi dan perhatian masyarakat berkaitan dengan penyalahgunaan fungsi taman di lokasi ini," jelasnya.

Selain menutup dua akses utama, petugas gabungan juga menemukan celah pada pagar taman yang berbatasan langsung dengan area tol. Celah tersebut diduga kerap dimanfaatkan warga untuk masuk secara tidak resmi ke area taman. Pada hari yang sama, petugas langsung melakukan pengelasan untuk menutup akses tersebut.

"Hari ini, kita coba las karena memang ada beberapa aktivitas warga yang menggunakan celah itu untuk masuk ke area taman," kata Dimas.

Menurutnya, lokasi tersebut telah beberapa kali disinyalir disalahgunakan oleh pihak tertentu. Karena itu, pemerintah kecamatan bersama instansi terkait mengambil langkah pencegahan agar taman kembali difungsikan sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Pelajar SMP Tewas Akibat Tawuran di Jaktim, Empat Remaja Jadi Tersangka

"Apa yang kami lakukan hari ini sifatnya preventif untuk mengurangi dampak tersebut. Yang paling penting, ini tugas kita bersama untuk menjaga taman," tegasnya.

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial Instagram memperlihatkan sekelompok remaja laki-laki masuk ke Taman Kota Cawang melalui sela pagar pada dini hari. Dalam video yang diunggah aku @ijoel tersebut disebutkan bahwa aktivitas tersebut kerap terjadi lewat pukul 01.00 WIB.

Pemkot berharap masyarakat dapat memanfaatkan taman sebagai ruang publik sesuai peruntukannya dan turut berperan aktif melaporkan jika menemukan dugaan penyalahgunaan fasilitas umum.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkop Kasih Bocoran Banyak Pemda Mau Moratorium Alfamart-Indomaret Cs
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Arab Saudi Rilis Panduan Umrah dan Ziarah dengan 16 Bahasa, Termasuk Indonesia
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Hakim Tetapkan Kerugian Negara di Kasus Minyak Mentah Rp9,4 Triliun Bukan Rp285 Triliun
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Jokowi Prediksi Revolusi AI Terjadi 5-15 Tahun ke Depan, Negara Harus Siap
• 1 jam laludetik.com
thumb
Korps Marinir Siapkan Fasilitas dan Kurikulum Khusus Latih ASN Jadi Komcad
• 8 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.