Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) berbicara soal kedaulatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sovereignty saat menghadiri Forum Bloomberg New Economy 2026 di New Delhi, India. Jokowi memprediksi dalam 15 tahun akan terjadi revolusi besar-besaran terkait AI.
Jokowi menghadiri acara itu pada Jumat (20/2/2026) lalu. Menurut Jokowi, hampir seluruh aktivitas manusia nantinya tidak akan lepas dari teknologi ini.
"Karena menurut perkiraan saya, 5 sampai 15 tahun yang akan datang akan ada revolusi besar artificial intelligence. Semua aktivitas manusia tidak akan lepas dari yang namanya artificial intelligence. Di mana-mana semuanya AI," ujar Jokowi ditemui di kediamannya, Sumber, Banjarsari, dilansir detikJateng, Jumat (27/2/2026).
"Jadi semua negara harus mempersiapkan, kita juga harus mempersiapkan infrastruktur digitalnya disiapkan, human resources-nya, sumber daya manusianya disiapkan, regulasinya disiapkan," imbuhnya.
Jokowi mengatakan, kesiapan mutlak diperlukan karena akan ada pergeseran ekonomi ke arahan digital.
"Memang harus siap betul karena ini akan ada sebuah pergeseran dari dulu yang ekonomi normal, masuk ke digital economy, ini masuk ke ekonomi AI atau intelligent economy," kata dia.
Dalam forum Bloomberg di India, lanjut Jokowi, hampir semua negara yang hadir membahas mengenai AI sovereignty. Jokowi juga menyinggung soal kedaulatan data yang menurutnya mutlak diperlukan semua negara.
Baca berita selengkapnya di sini.
(rdp/idh)





