Penjelasan soal Ayam GPS yang Bakal Diimpor RI dari AS Usai Kesepakatan Dagang

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Indonesia sepakat untuk mengimpor sebanyak 580 ribu Grand Parent Stock (GPS) atau bibit nenek ayam dari Amerika Serikat (AS). Kesepakatan ini termuat dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang baru-baru ini diteken.

Apa itu Ayam GPS?

Kepala Pusat Riset Peternakan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Santoso, menyebut GPS sebagai bibit nenek ayam. Ia menempati level paling atas dalam rantai pembibitan ayam komersial.

"GPS itu Grand Parent Stock (bibit nenek ayam)," jelas Santoso kepada kumparan, Jumat (27/2).

Bibit nenek ayam ini hasil seleksi dan persilangan (cross breeding) perusahaan pembibit global seperti Aviagen asal Amerika Serikat, Lohmann dari Jerman, serta Cobb dari AS.

Dari GPS inilah kemudian dihasilkan Parent Stock (PS), yang selanjutnya memproduksi ayam komersial, baik pedaging (broiler) maupun petelur (layer).

Santoso menjelaskan, dalam struktur pembibitan, GPS terdiri dari minimal empat lini (line) yaitu Line A (male line untuk pejantan PS jantan), Line B (female line untuk pejantan PS jantan), Line C (male line untuk PS betina) dan Line D (female line untuk PS betina)

Komposisi impor biasanya tergantung pada kebutuhan line D sebagai basis. Misalnya, jika mengimpor 1.000 line D, maka line A, B, dan C akan mengikuti dalam persentase tertentu.

“Jadi yang di impor utamanya biasanya tergantung line D nya, misal 1.000 line D, nanti line A nya 16 persen dari D, line B 35 persen dan line C nya 20 persen, ini misal, tidak pasti,” katanya.

Santoso mengatakan, Indonesia belum mampu mengembangkan GPS secara mandiri. Hal ini karena GPS merupakan hasil kekayaan intelektual (KI) perusahaan prinsipal di luar negeri, sehingga Indonesia harus mengimpor setiap tahun sesuai kuota.

“GPS itu tidak bisa dikembangkan oleh Indonesia, akan selalu impor setiap tahun ada kuotanya, karena itu hasil KI dari principle, sehingga kita selalu impor GPS setiap tahun,” tuturnya.

Saat ini, GPS yang paling banyak digunakan di Indonesia berasal dari Aviagen AS. Ada juga dari Lohmann dan Cobb, meski porsinya lebih terbatas.

Selain faktor hak kekayaan intelektual, sistem kontrol genetik juga sangat ketat. Pada line female hanya boleh berisi betina, sedangkan line male hanya berisi jantan. Jika ditemukan jenis kelamin berbeda dalam satu line, maka harus dieliminasi. Skema persilangan untuk menghasilkan PS pun sudah diatur secara baku oleh perusahaan principle.

Keunggulan GPS Impor dan Tantangan Pengembangan GPS Lokal

Perusahaan-perusahaan global telah melakukan uji performa selama puluhan hingga lebih dari 100 tahun, Lohmann misalnya telah melakukan pengujian lebih dari satu abad, Cobb lebih dari 100 tahun, dan Tetra sekitar 75 tahun.

Sebaliknya, Indonesia baru sekitar 15 tahun mengembangkan galur ayam unggul lokal, seperti Ayam KUB-1 (2014), Ayam Sensi (2017), Ayam Sembawa (2018), IPB-D1 (2019), KUB Janaka (2021), Gaosi (2021), dan KUB Narayana (2023).

“Ini baru galur-galur yang dihomogenkan untuk bisa menghasilkan produksi telur yang tinggi dan BB yang seragam, panen umur 70 hari atau ukuran 1 kg. Belum diarahkan ke GPS male line, dan female line karena begitu beragamnya ayam lokal sehingga sulit menentukan feather sexing dan color sexing seperti pada ayam ras,” jelasnya.

Dengan demikian, keragaman genetik ayam lokal Indonesia menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan GPS. Variasi warna bulu dan karakteristik fisik menyulitkan penerapan metode identifikasi jenis kelamin cepat seperti feather sexing dan color sexing yang umum digunakan pada ayam ras.

Meski demikian, Santoso menegaskan peneliti Indonesia tengah berproses mengarah ke pengembangan GPS berbasis unggas lokal. Namun, upaya tersebut membutuhkan waktu panjang dan investasi riset yang berkelanjutan.

“Jadi Indonesia belum memiliki GPS sendiri, namun periset BRIN sedang berproses ke arah situ, di mana dengan fokus kepada unggas lokal dan tentu saja ini memerlukan waktu,” terangnya.

Sementara dari sisi penetapan kuota impor GPS, Santoso menuturkan ini merupakan domain dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian berdasarkan analisis tim teknis yang mengevaluasi keseimbangan supply dan demand.

Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Pardjuni mengatakan, kuota 580 ribu ekor GPS itu berpotensi membuat Indonesia oversupply ayam pada 2028, jika importasi sebanyak 580 ribu ekor dilakukan tahun ini.

Dia merinci, setiap satu ekor GPS satu ekor PS bisa menghasilkan 150 hingga 155 Day Old Chick (DOC) Final Stock (FS).

Dia berkaca pada realisasi importasi GPS tahun lalu sebanyak 578 ribu ekor yang membuat Indonesia berpotensi memproduksi lebih dari 80 juta DOC per minggu pada 2027, padahal kebutuhan hanya sekitar 65 juta per minggu.

Terlebih pada akhir 2025 lalu, pemerintah meneken kuota impor 800 ribu ton GPS tahun ini, maka akan oversupply dan dampaknya terjadi pada 2028 nanti. “Jika GPS tahun ini benar-benar akan terealisasi di 800 ribu, mungkin akan over di tahun 2028,” katanya kepada kumparan, Rabu (25/2).

Selain itu, dia juga melihat pembelian GPS seharga Rp 500 ribu per ekor dari AS juga berpotensi membuat importasi nenek ayam ini akan berlebihan. Sebab biasanya GPS dihargai USD 60-70 per ekor atau sekitar Rp 1 juta sampai Rp 1,17 juta (dengan kurs Rp 16.793 per dolar AS).

“Saya justru khawatir karena diberi info harga murah, seakan-akan peluang emas untuk impor berlebihan,” katanya.

Dalam dokumen ART, estimasi nilai importasi 580 ribu ekor induk ayam tersebut adalah sekitar USD 17 juta sampai USD 20 juta atau sekitar Rp 286 miliar sampai Rp 336,48 miliar (dengan kurs Rp 16.824 per dolar AS).

Jika dikalkukasikan, dengan Rp 286 miliar untuk pembelian 580 ribu induk ayam, maka Indonesia membeli induk ayam dari AS dengan harga Rp 493 ribu per ekor atau hampir Rp 500 ribu per ekor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anies Baswedan soal Gerakan Rakyat Jadi Parpol: Perjalanan Masih Panjang
• 11 menit lalukompas.com
thumb
Wamen Investasi Ingatkan Akses Mineral Kritis ke AS Wajib Investasi dan Hilirisasi di Indonesia
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Film Scream 7 Diwarnai Protes, Demonstran Pro Palestina Geruduk Lokasi Pemutaran
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pohon Tumbang, Lalin di Jalan Sudirman Jakpus Macet
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Pulung PDIP Ingatkan BGN Cermat soal SPPG demi Keberhasilan MBG
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.