Grid.ID - Tidak terasa, waktu berlalu begitu cepat. Suasana penuh berkah di bulan suci perlahan akan membawa kita masuk ke fase pertengahan, yakni 10 hari kedua Ramadan.
Berdasarkan ketetapan Pemerintah Republik Indonesia melalui Sidang Isbat, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Jika dihitung, maka fase 10 hari kedua puasa (hari ke-11 Ramadan) akan resmi dimulai pada Minggu, 1 Maret 2026.
Biasanya, saat memasuki 10 hari kedua, ada fenomena klasik yang sering banget kita jumpai. Saf atau barisan salat tarawih di masjid yang tadinya membeludak hingga ke pelataran, perlahan mulai "maju" alias makin sepi.
Merespons fenomena ini, pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) membongkar rahasia dan keistimewaan luar biasa dari 10 hari kedua bulan Ramadan yang jarang disadari umat Muslim. Dalam ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa 10 hari kedua sejatinya adalah alat ukur alias standar keberhasilan dari ibadah kita di 10 hari pertama.
Menurut UAH, jika kebiasaan baik sudah terbentuk dari hari pertama hingga hari kesepuluh, seharusnya tubuh dan batin kita sudah beradaptasi.
"Orang-orang yang terbiasa dengan satu keadaan dan dia menikmati itu, kecenderungannya dia akan bertahan. Sama persis ketika kita ditarik pada menu Ramadan. Secara otomatis itu akan membentuk karakter kebiasaan," kata Ustaz Adi Hidayat dikutip Grid.ID dari tayangan YouTube Adi Hidayat Official, Jumat (27/2/2016).
Selain sebagai ajang pembuktian konsistensi, Ustaz Adi Hidayat juga membeberkan dua keistimewaan raksasa yang menanti di 10 hari kedua Ramadan 2026 ini:
1. Pintu Ampunan (Maghfirah) Terbuka Lebar
Berbekal energi spiritual yang sudah terbangun di awal Ramadan, hati kita jauh lebih lembut dan fokus. Inilah momen paling pas untuk memperbanyak istighfar. UAH menyebut, feeling beribadah yang sudah terbentuk akan memudahkan kita meraup ampunan Allah atas segala dosa-dosa di masa lalu.
2. Frekuensi Doa Paling Cepat Tembus ke Langit!
Kamu punya banyak wishlist? Mulai dari jodoh, kelancaran rezeki, atau solusi masalah hidup?
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa dalam surat Al-Baqarah, ayat ke-186 yang membahas tentang Doa, sengaja diletakkan persis di tengah-tengah rentetan ayat tentang puasa (ayat 183-187). Ini adalah isyarat kuat bahwa pertengahan bulan puasa adalah momentum emas untuk meminta kepada Allah.
"Di saat itulah perhatian dan jawaban dari Allah semakin mudah menemukan frekuensi terhadap hamba-Nya untuk dipancarkan dan mudah dijawab," ungkap UAH.
Yuk, Mulai tanggal 1 Maret 2026, jangan kasih kendor ibadahnya. Mari kita ramaikan lagi saf di masjid dan perbanyak munajat di 10 hari kedua Ramadan 1447 H.(*)
Artikel Asli




