JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Perumahan Citra Garden 2, Kalideres, Jakarta Barat, menilai, instruksi Wali Kota Jakbar terkait penghentian sementara proyek pembangunan Rumah Duka dan Krematorium Swarga Abadi Kalideres belum cukup.
Warga berharap proyek tersebut dihentikan permanen karena dibangun di tengah permukiman warga.
"Harusnya memang dihentikan sepenuhnya itu, karena pembangunan tersebut melanggar Perda dengan berada di tengah permukiman padat penduduk," kata Koordinator Warga RW 12 Pegadungan, Budiman Tandiono, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/2/2026).
Budiman juga menyayangkan pengembang yang memulai proyek padahal belum melengkapi izin Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
"Harusnya tidak boleh, itu menyalahi aturan namanya, jadi kami warga tegas menolak keras atas keberadaan pembangunan tersebut," ujarnya.
Budiman menekankan, warga sama sekali tidak anti terhadap pembangunan, asalkan peruntukannya sesuai dan mematuhi aturan hukum.
"Sekali lagi kami tidak pernah menolak pembangunan kalau sesuai aturan. Ini kalau sudah jelas melanggar ya jelas dong ditolak," ucap Budiman.
Oleh karenanya, Budiman menyebut warga akan terus mendesak pemerintah serta pengembang menghentikan pembangunan.
Menurut dia, warga kini tengah menunggu audiensi dengan Komisi A DPRD DKI Jakarta untuk menyampaikan keluhan ini.
Tak ada aktivitas
Pantauan Kompas.com, tak ada aktivitas konstruksi di lokasi proyek pembangunan Rumah Duka dan Krematorium Swarga Abadi, Jumat (27/2/2026).
Pekerjaan dihentikan setelah Pemerintah Kota Jakarta Barat memerintahkan penundaan seluruh proses pembangunan hingga izin lingkungan diterbitkan.
Area proyek tampak tertutup rapat oleh pagar seng. Papan informasi berisi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan spanduk peringatan bertuliskan "Dilarang Masuk Selain Karyawan" masih terpasang di bagian depan pagar.
Berbeda dari hari-hari sebelumnya di mana truk dan alat berat bebas keluar masuk, akses gerbang utama proyek yang terbuat dari seng itu kini tampak tertutup.
Tepat di depan akses masuk yang tanahnya berlumpur, terdapat tumpukan bongkahan batu kali berukuran besar.