Grid.ID - Kebijakan Dedi Mulyadi larang siswa di Jabar bawa motor akhirnya akan dimulai. Mengetahui hal itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar mencoba menawarkan solusi.
Dimana solusi itu dianggap Disdik akan memudahkan pihak sekolah, orang tua, dan pelajar itu sendiri. Ya, solusi yang ditawarkan yakni mendorong optimalisasi angkutan umum serta skema angkutan berlangganan yang dikelola bersama oleh sekolah dan orang tua.
Skema ini juga disebut Kepala Disdik Jabar, Purwanto akan mendukung kebijakan Dedi Mulyadi larang siswa di Jabar bawa motor. Sekaligus menjadi solusi bagi pelajar yang tinggal jauh dari sekolah.
Yang ditakutkan tempat tinggalnya belum terjangkau dengan transportasi umum. Solusi ini juga ditawarkan lantaran hal serupa pernah diterapkan Dedi Mulyadi tatkala masih menjadi Bupati Purwakarta.
Dan apabila jumlah siswa dalam suatu wilayah cukup banyak, orang tua dan pihak sekolah berinisiatif untuk menyediakan angkutan berlangganan.
"Nah yang kayak gini itu, maka sebenarnya karena ini pernah diterapkan juga oleh pak Gubernur ketika jadi Bupati Purwakarta dan saya juga jadi Kepala Dinas Pendidikan waktu itu.
Kalau jumlah siswanya banyak di situ, itu sekolah sama orang tua siswa itu bisa mengadakan angkutan abodemen gitu," beber Purwanto dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Sabtu (28/2/2025).
"Misalnya ke sekolah itu nyiapin angkutan antara orangtua dengan guru itu, ini kan persoalan kreativitas, persoalan kesamaan komitmen antara sekolah dengan orang tua," imbuhnya.
Lebih lanjut, Purwanto juga mengatakan skema serupa ternyata pernah diterapkam di sejumlah di Kabupaten Purwakarta dengan iuran yang juga ringan.
"Ada di beberapa sekolah juga, kayak di Purwakarta itu dulu pernah. Karena banyak anak di situ tuh ada angkutan umum gitu. sebulan itu berapa, Rp 10 ribu gitu seorangnya," ujar Purwanto.
Selain skema berlangganan, Disdik juga mendorong pemanfaatan bus dan angkot yang sudah tersedia agar dimaksimalkan untuk pelajar.
Dan apabila kebijakan Dedi Mulyadi larang siswa di Jabar pakai motor berjalan, Disdik akan berkoordinasi pula dengan pemerintah daerah. Sebagai contok nanti akan disediakan bus khusus pelajar yang ada di Kota Bandung.
"Atau juga ke depan sekiranya itu memungkinkan pemerintah bisa menyiapkan angkutan umum. Kita lihat nanti apakah itu menjadi sesuatu yang signifikan atau enggak," papar Purwanto dikutip dari TribunJabar.id.
Terakhir, Purwanto juga membeberkan bahwa kebijakan yang dianjurkan Dedi bisa menekan perilaku konsumtif dari pelajar.
"Pertama, Pak Gubernur bahwa anak-anak menggunakan sepeda motor ini kan pemicu, yang pertama bagaimana anak-anak ini menjadi orang yang konsumtif. Karena misalnya dia butuh untuk bensin dan lain sebagainya," ungkap Purwanto.
"Kemudian banyak juga anak-anak yang tidak pakai helm dan lain sebagainya Ini kan salah satu dampak dari kurang tertibnya aturan, penegakan undang-undang lintas dan lain sebagainya. Padahal anak-anak itu sudah mulai diwajibkan mentaati undang-undang, mentaati peraturan Itu salah satu latar belakangnya," tandasnya. (*)
Artikel Asli




