Harapan Pasien RSUD Kota Bima NTB: Ada Fisioterapi, Pelayanan Lebih Baik

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Di sebuah ruang rawat inap kelas 2 BPJS, Anggita Putri (27) tersenyum saat ditanya tentang kondisinya. Jumat (27/2), menandai enam hari sudah ia dirawat di RSUD Kota Bima karena gangguan jantung.

“Ya, Alhamdulillah sudah membaik. Kayak ada cairan di dalam jantung,” ujarnya lirih.

Saat pertama masuk, ia sempat dirawat di ICU.

“Alhamdulillah, langsung agak membaik-membaik, sakitnya enggak terlalu, sesaknya enggak terlalu. Sekarang cuma kalau mau duduk baru sesak,” kata dia.

Bagi Anggita, pelayanan yang ia terima sejauh ini sudah baik.

“Alhamdulillah, nyaman,” tuturnya soal perawatan dan fasilitas.

Dengan suara kecil dan napas tersengal, Anggita memimpikan satu hal: adanya layanan fisioterapi.

“(Pelayanan) ditingkatkan semoga ada fisioterapinya, soalnya enggak bisa itu, berat di belakang nih,” katanya menjelaskan keluhan di bagian panggul karena terlalu lama berbaring.

Tentang peningkatan fasilitas di gedung rumah sakit yang baru, ia menyambutnya dengan rasa syukur.

“Syukur, karena gampang ada pengobatannya, enggak perlu pergi jauh-jauh. Biar cepat sembuh, biar penanganannya, biar lengkap ada semuanya,” ucap Anggita

Di ruang sebelahnya, Riza (24) juga tengah menjalani perawatan jantung. Sudah tiga hari ia dirawat.

Ia pertama kali merasakan gejala lima tahun lalu.

“Gejala yang dirasakan tiba-tiba berdebar ketika olahraga, setelah diperiksa tahu-tahunya jantung,” ujarnya.

Sejak itu, Riza rutin kontrol, dan kali ini harus dirawat setelah detak jantungnya kembali terlalu cepat.

“Kemarin itu tiba-tiba debar sih. Langsung dari rumah ke rumah sakit aja,” katanya.

Tentang pelayanan, Riza tak ragu memuji. Ia juga mengapresiasi tenaga medis.

“Kalau pelayanan di sini alhamdulillah luar biasa, sangat bagus sih. Semua dipercepat, dipermudah. Perawatnya juga cepat kalau dipanggil, dokter alhamdulillah ramah semua. Komunikasinya baik. Mudah banget (dimengerti),” jelas dia.

Kendati demikian, ia berharap ada peningkatan kebersihan.

“Cuma tambahnya itu aja sih. Kalau mata lihat, ya kebersihannya aja sih yang perlu ditambahkan,” ujar Riza.

Pantauan kumparan, kedua ruang dengan kapasitas masing-masing 4 tempat tidur itu terdiri dari dinding yang dipenuhi jamur di sejumlah sisinya. Jamur itu juga tampak pada AC.

Kini harapan Anggita dan Riza kian nyata. Pemerintah meningkatkan status RSUD Kota Bima dari tipe D menjadi tipe C. Gedung barunya hampir rampung dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang layanan penyakit KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, Urologi).

Dikutip dari situs resmi Kemenkes, rumah sakit ini akan dilengkapi dengan peralatan seperti CT Scan, Cath Lab untuk tindakan jantung, fasilitas hemodialisa bagi pasien gagal ginjal kronis, hingga immunohistochemistry untuk diagnosis dan cytotoxic drug cabinet untuk terapi kanker.

Rencananya, di gedung baru RSUD Kota Bima, akan ada pula ruang rehabilitasi medik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bertemu MBZ di Istana Qasr Al Bahr, Prabowo Bahas Kerja Sama Energi dan Investasi Indonesia–UEA
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bayi Ajaib Hugo Lahir dari Rahim Donor yang Telah Wafat
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Diagnos (DGNS) Akan Private Placement Terbitkan 125 Juta Saham Baru
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Tak Mau Ulang Gagalnya KUD Orde Baru! Menkop Ferry: Koperasi Desa Harus Profit | ROSI
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Dukung Mobilitas Pemudik, Seksi 1 dan 2 Tol Palembang–Betung Siap Beroperasi
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.