Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 senilai Rp5 triliun sebagai bagian dari penawaran umum berkelanjutan dengan target dana Rp20 triliun.
Berdasarkan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diterbitkan perseroan pada hari ini, Jumat (27/2/2026), obligasi sosial ini terbagi dalam tiga seri dengan tingkat bunga tetap berkisar 4,85% hingga 5,95% per tahun. Seluruh obligasi ditawarkan pada harga 100% dari nilai pokok dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
Adapun rinciannya, Seri A memiliki nilai pokok Rp1,23 triliun dengan tenor 370 hari kalender dan kupon 4,85% per tahun. Seri B senilai Rp2,66 triliun berjangka waktu tiga tahun dengan bunga tetap 5,70%. Sementara itu, Seri C sebesar Rp1,09 triliun memiliki tenor lima tahun dengan tingkat bunga 5,95% per tahun.
Pembayaran bunga dilakukan setiap kuartal, dengan pembayaran pertama pada 17 Juni 2026. Pelunasan pokok obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) saat jatuh tempo masing-masing seri, yakni 27 Maret 2027 untuk Seri A, 17 Maret 2029 untuk Seri B, dan 17 Maret 2031 untuk Seri C.
Obligasi ini tidak dijamin dengan agunan khusus, namun dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari. Hak pemegang obligasi bersifat paripassu tanpa hak preferen terhadap kreditur lainnya, kecuali kreditur yang memiliki jaminan khusus.
Dalam penerbitan ini, BRI memperoleh peringkat idAAA (Triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang berlaku hingga 1 September 2026. Peringkat tersebut mencerminkan kemampuan sangat kuat perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangannya.
Baca Juga
- BRI (BBRI) Patok Pertumbuhan Single Digit pada 2026, Intip Strateginya
- Target Anyar Saham BBRI usai Rilis Kinerja 2025
- Dari UMKM hingga Sektor Strategis, Begini Realisasi Dana SAL di BRI
Dana hasil penerbitan obligasi sosial ini, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan secara eksklusif untuk pembiayaan dan/atau pembiayaan kembali proyek-proyek sosial. Sekitar 50% dana akan difokuskan pada penciptaan lapangan kerja, termasuk pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sementara sisanya untuk peningkatan dan pemberdayaan sosial ekonomi.
Penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 11—12 Maret 2026, dengan tanggal penjatahan pada 13 Maret 2026 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 25 Maret 2026. Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk sejumlah penjamin pelaksana emisi efek dengan skema kesanggupan penuh (full commitment).





