Perkuat Pasokan Gas Dalam Negeri, PLN EPI Bangun Pipa Natuna–Pemping

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama pemerintah resmi memulai pembangunan Pipa Gas Bumi Ruas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pulau Pemping di Kepulauan Riau. Proyek ini menjadi langkah strategis untuk menjamin pasokan gas bumi dalam negeri, khususnya bagi pembangkit listrik di Batam dan sekitarnya.

Proyek WNTS-Pemping mencakup pembangunan pipa offshore sepanjang 3,2 kilometer dan pipa onshore sepanjang 1,3 kilometer. Selain itu, akan dibangun fasilitas penerima dan pengukuran gas atau Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari tercapainya Tie-in Agreement (TIA) antara PLN EPI dan operator West Natuna Group.
 
“Dengan dibangunnya pipa gas ini, pemanfaatan gas Natuna untuk kebutuhan dalam negeri dapat semakin optimal, terutama untuk mendukung penyediaan energi dan kelistrikan di Kepulauan Riau. Alhamdulillah, kita berhasil mengatasi salah satu isu utama terkait unlimited liabilities yang dirubah menjadi limited liabilities. SKK Migas juga mendorong KKKS di wilayah Natuna untuk bersama-sama menanggung premi asuransi bersama PLN EPI sehingga pembangunan pipa dapat terwujud segera,” ujar Djoko dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Februari 2026.
  Baca juga: Permintaan LNG Terus Naik, PLN EPI Dorong Pengembangan dan Penguatan Infrastruktur Dorong pertumbuhan industri dan data center Dari sisi pemerintah daerah, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menilai proyek ini akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dengan berkembangnya data center, industri, dan investasi.
 
“Proyek pipa gas WNTS ke Pulau Pemping ini bukan hanya soal infrastruktur bawah laut, tetapi urat nadi ketahanan energi wilayah. Kehadiran pipa WNTS Pemping ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden untuk mewujudkan ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi di Batam sebesar 9,5-10 persen,” ujar Amsakar.

Dengan suplai gas yang lebih terjamin, Batam diharapkan mampu menjaga daya saing industrinya sekaligus memperkuat peran sebagai pusat ekonomi strategis. Pastikan keandalan pasokan gas untuk pembangkit Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, menekankan proyek ini menjadi bukti keseriusan PLN dalam menjaga keandalan pasokan energi bagi sektor ketenagalistrikan.
 
“Keberadaan ORF di Pulau Pemping akan menjadi titik krusial dalam rantai pasok gas bumi. Proyek ini memastikan suplai gas yang andal bagi pembangkit, sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung transisi energi nasional,” jelas Rizal.
 
Sementara itu, Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
 
“Pemerintah melalui Menteri ESDM menugaskan PLN dan dilaksanakan oleh PLN EPI untuk menyelesaikan proyek Pipa Gas WNTS-Pemping sebagai bagian dari upaya memastikan pasokan energi primer bagi kelistrikan nasional. Penugasan ini diperkuat dengan penetapan alokasi gas dari Wilayah Kerja Duyung untuk kebutuhan listrik, yang ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas antara PLN EPI dan WNEL pada tanggal 11 Juli 2025 sebesar 111 BBTUD untuk periode 2027-2037," jelasnya.
 
Kepastian alokasi gas tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas listrik di Batam dan Kepulauan Riau.
 
“Proyek ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dan PLN Group untuk mengembalikan gas bumi nasional agar dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk mendukung kelistrikan dan industri nasional,” ujarnya. Target beroperasi Juli 2026 Selain memperkuat keandalan pasokan, proyek ini juga diproyeksikan menghadirkan efisiensi biaya energi primer dibanding penggunaan BBM maupun alternatif LNG.
 
Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, menyebut proyek ini membawa dampak ekonomi luas bagi daerah.
 
“Kami menargetkan Commercial Operation Date (COD) pada Juli 2026, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kualitas, dan kepatuhan terhadap regulasi,” pungkasnya.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Proyek Pemerintah Pusat Mangkrak, Komisi III DPRD Wajo Dukung Pembangunan Jaringan SPAM Kembali Dilanjutkan
• 3 jam laluharianfajar
thumb
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Lari Sebelum atau Setelah Buka Puasa, Mana yang Lebih Baik?
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Pramono Targetkan LPDP Jakarta Mulai 2027, Siapkan 100 Penerima Beasiswa
• 21 jam laludetik.com
thumb
IMM Sebut Isu Daur Ulang MBG Pakai Dana Zakat Bentuk Opini Negatif ke Ketua DPD RI
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.