Malang: Suasana di depan kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang, Jawa Timur, tampak berbeda dari biasanya saat menjelang waktu berbuka puasa. Tak ada kolak atau minuman manis seperti tradisi takjil pada umumnya.
Program Studi Agribisnis UMM justru membagikan bahan pangan segar sebagai menu berbuka dan menghadirkan konsep berbagi unik yang tak biasa di bulan Ramadan.
“Kegiatan ini merupakan implementasi nilai agribisnis yang menekankan aspek keberlanjutan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan produk pertanian. Berbagi sayur-mayur di bulan Ramadan menjadi simbol bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa keilmuan agribisnis tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Ketua Program Studi Agribisnis UMM, M Zul Mazwan, Jumat 27 Februari 2026.
Baca Juga :
UMM Serukan Ramadan Sebagai Momen Pembentukan Karakter dan IntelektualLangkah ini menjadi semacam “reformasi takjil” di lingkungan kampus. Alih-alih makanan instan, masyarakat menerima paket sayur yang sudah dirancang untuk diolah menjadi hidangan sehat.
Dalam pelaksanaannya, Agribisnis UMM menggandeng PT Bumiaji Sejahtera sebagai mitra strategis. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari jejaring Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam program Center of Excellent (CoE) yang mendorong kolaborasi kampus dan industri.
Ratusan paket sayur segar dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas di depan kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang, Jawa Timur. Dokumentasi/ istimewa.
Kolaborasi ini memastikan kualitas produk pertanian yang dibagikan tetap terjaga. Di sisi lain, mahasiswa mendapat pengalaman langsung memahami rantai agribisnis dari hulu ke hilir.
Sekitar 200 paket sayur berhasil disiapkan mahasiswa untuk kegiatan tersebut. Dalam waktu singkat, seluruh paket ludes dibagikan yang menandakan respons positif dari masyarakat.
Keunikan lain terletak pada konsep pengemasan yang berbasis satu menu masakan. Setiap paket telah disesuaikan menjadi satu hidangan lengkap, mulai dari sop, sayur asam, sayur bayam, hingga capcai.
“Kami sudah paketkan sayur-sayurannya berdasarkan satu menu sayur,” tambah Zul Mawan.
Ratusan paket sayur segar dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas di depan kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang, Jawa Timur. Dokumentasi/ istimewa.
Inisiatif ini menegaskan bahwa sektor pertanian tidak sekadar berbicara soal produksi komoditas. Di tangan akademisi dan mahasiswa, pertanian juga bisa menjadi medium edukasi ketahanan pangan sekaligus kampanye gaya hidup sehat.
Ke depan, inovasi berbagi berbasis produk pertanian tersebut diharapkan terus berlanjut. Agribisnis UMM ingin menjadikannya sebagai ciri khas kontribusi sosial kampus yang menyatukan ilmu, kemitraan industri, dan nilai kemanusiaan di bulan suci Ramadan.




