Kunci Sahur Praktis dan Enak! Ikuti 3 Langkah Simpan Makanan Berkuah Ini, Kuah Sop dan Semur Tetap Gurih Maksimal

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kamu pasti setuju kalau makanan berkuah seperti sop atau semur jadi menu andalan yang bikin sahur makin berselera. Kuahnya yang hangat bisa membuat perut nyaman dan mudah ditelan meski mata masih mengantuk.

Namun sayangnya, makanan berkuah sangat rawan basi jika tidak disimpan dengan trik yang tepat. Tidak mau kan, niat hati ingin makan enak waktu sahur, tapi sayurnya malah berbau kecut dan terbuang sia-sia?

Tenang saja, berikut ini tips cara menyimpan hingga menghangatkan makanan berkuah sisa berbuka agar tetap segar dan lezat disantap saat sahur. Yuk, catat langkah-langkahnya!

1. Jangan Memasukkan Makanan Panas ke Kulkas

Pantang hukumnya langsung memasukkan makanan berkuah yang masih ngebul memanas ke dalam kulkas. Bukannya awet, hal ini justru memicu naiknya suhu kulkas dan membuatnya masuk ke ambang batas rentan.

Dilansir dari Food & Wine, Departemen Agrikultur Amerika Serikat (USDA) menyatakan, "zona berbahaya" adalah ketika kulkas bersuhu antara 40 derajat fahrenheit (sekitar 4,4 derajat celsius) sampai 140 derajat fahrenheit (sekitar 60 derajat celsius).

Padahal suhu kulkas idealnya harus dijaga di angka 4,4 derajat celsius atau lebih dingin lagi.

Bila nekat memasukkan makanan panas, suhu kulkas yang melonjak akan menciptakan lingkungan sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak, sehingga lauk cepat basi.

2. Gunakan Wadah Kedap Udara di Kulkas

Jika makanan berkuah sudah dalam kondisi suhu ruang, segera amankan ke dalam kulkas. Pastikan menggunakan wadah tertutup yang kedap udara (airtight container).

Hal ini sangat krusial untuk menahan kontaminasi bakteri sekaligus mencegah makanan berkuah menyerap aroma tajam dari bahan makanan lain di sekitarnya. Dengan metode ini, hidangan berkuah bisa tahan segar hingga tiga hari ke depan.

 

3. Bekukan di Freezer untuk Stok Jangka Panjang

Jika berniat menjadikan lauk tersebut sebagai stok food preparation puasa, memindahkannya ke freezer adalah pilihan terbaik. Masakan berkuah yang dibekukan bahkan mampu bertahan hingga tiga bulan.

Tapi perlu dicatat, cara ini hanya disarankan untuk makanan yang tidak mengandung produk dairy atau santan. Jangan membekukan masakan berkuah yang menggunakan santan, susu, krim, maupun keju karena tekstur kuahnya bisa pecah ketika dicairkan.

Kemudian, gunakan plastik vakum khusus makanan atau wadah rapat agar kualitas rasa terjaga.

Cara Tepat Menghangatkan Makanan Waktu Sahur

Untuk menjaga kualitas gizinya, panaskanlah porsi yang kira-kira cukup untuk sekali sahur dan hindari memanaskan kuah secara berulang-ulang.

Microwave atau oven memang praktis karena panasnya bisa menyebar merata ke semua sisi. Tapi kalau tidak punya alat tersebut di rumah, tidak perlu panik. Mengandalkan api kompor juga cara ampuh untuk mengembalikan tekstur dan rasa masakan kembali seperti semula saat baru matang.

Untuk hidangan seperti sup, semur, tumisan, daging, maupun piza, gunakanlah panci atau wajan di atas kompor. Nyalakan api di batas kecil hingga sedang, dan pastikan kamu sering mengaduknya agar tidak gosong di bagian bawah.

Sementara itu, untuk jenis penganan kukus seperti dimsum hingga ikan kukus, panaskan saja kembali menggunakan panci kukusan (steamer).(*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Belum Teridentifikasi, 10 Korban Longsor Pasirlangu Dikubur Satu Liang Lahat
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Jungkook BTS beberkan tekanan kehidupan menjadi idola
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Terus Abaikan Board of Peace, Israel Bunuh Enam Orang di Gaza
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Korea Investment Sekuritas Indonesia Bakal Boyong 8 Emiten IPO, Ini Sektornya
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jokowi Prediksi Revolusi AI Terjadi 5-15 Tahun ke Depan, Negara Harus Siap
• 12 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.