Bogor (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pemerintah terus menyiapkan infrastruktur dan transportasi untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Idul Fitri 2026.
Ia menegaskan koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan untuk memastikan jalan, jembatan, dan moda transportasi dalam kondisi siap melayani masyarakat.
“Kami terus mengawal melalui sejumlah rapat koordinasi, pemeriksaan langsung di lapangan. Ini kerja lintas kementerian dan lembaga, pemerintah pusat dan daerah,” kata AHY di Bogor, Jumat.
Ia menyebut Kementerian Pekerjaan Umum memastikan percepatan perbaikan jalan rusak dan berlubang, termasuk menyiapkan alat berat serta material untuk preservasi jalan.
“Jalan-jalan rusak diperbaiki segera, yang lubang-lubang, disiapkan alat-alat berat, kebutuhan material yang bisa cepat untuk didistribusikan dan digunakan untuk perbaikan. Jembatan juga harus kokoh,” ujarnya.
Pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah sebelumnya menargetkan perbaikan jalan rusak, terutama di jalur-jalur utama seperti pantai utara (pantura) dapat rampung paling lambat 10 hari sebelum Lebaran 2026.
Di sisi transportasi, AHY mengatakan pemerintah juga berupaya menjaga keterjangkauan biaya perjalanan, khususnya bagi penumpang kelas ekonomi.
“Kita juga mencoba untuk kembali bisa menurunkan harga tiket pesawat misalnya, harga tiket kapal, harga tiket kereta, terutama untuk yang kelas ekonomi. Kemudian juga penurunan tarif jalan tol,” ungkapnya.
Menurut dia, langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus mendukung kelancaran mobilitas selama periode mudik.
Selain itu, pemerintah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas serta mendorong kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengurangi potensi kepadatan pada puncak arus mudik.
“Semua itu kita upayakan agar fasilitasnya siap, rest area-nya siap, mengurangi kebuntuan atau kemacetan yang terlalu buruk,” kata AHY.
Ia kemudian mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri saat berkendara untuk menekan risiko kecelakaan.
Pemerintah, lanjut AHY, akan terus memantau kesiapan infrastruktur dan sarana transportasi guna memastikan arus mudik dan balik Idul Fitri berlangsung aman dan lancar.
Baca juga: Kementerian PUPR targetkan perbaikan jalan tuntas H-10 lebaran
Baca juga: 259 penumpang sudah daftar Mudik Gratis Pemprov DKI di Jaksel
Baca juga: Dishub Bandung tambah kuota seratus orang program mudik gratis 2026
Ia menegaskan koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan untuk memastikan jalan, jembatan, dan moda transportasi dalam kondisi siap melayani masyarakat.
“Kami terus mengawal melalui sejumlah rapat koordinasi, pemeriksaan langsung di lapangan. Ini kerja lintas kementerian dan lembaga, pemerintah pusat dan daerah,” kata AHY di Bogor, Jumat.
Ia menyebut Kementerian Pekerjaan Umum memastikan percepatan perbaikan jalan rusak dan berlubang, termasuk menyiapkan alat berat serta material untuk preservasi jalan.
“Jalan-jalan rusak diperbaiki segera, yang lubang-lubang, disiapkan alat-alat berat, kebutuhan material yang bisa cepat untuk didistribusikan dan digunakan untuk perbaikan. Jembatan juga harus kokoh,” ujarnya.
Pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah sebelumnya menargetkan perbaikan jalan rusak, terutama di jalur-jalur utama seperti pantai utara (pantura) dapat rampung paling lambat 10 hari sebelum Lebaran 2026.
Di sisi transportasi, AHY mengatakan pemerintah juga berupaya menjaga keterjangkauan biaya perjalanan, khususnya bagi penumpang kelas ekonomi.
“Kita juga mencoba untuk kembali bisa menurunkan harga tiket pesawat misalnya, harga tiket kapal, harga tiket kereta, terutama untuk yang kelas ekonomi. Kemudian juga penurunan tarif jalan tol,” ungkapnya.
Menurut dia, langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus mendukung kelancaran mobilitas selama periode mudik.
Selain itu, pemerintah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas serta mendorong kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengurangi potensi kepadatan pada puncak arus mudik.
“Semua itu kita upayakan agar fasilitasnya siap, rest area-nya siap, mengurangi kebuntuan atau kemacetan yang terlalu buruk,” kata AHY.
Ia kemudian mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri saat berkendara untuk menekan risiko kecelakaan.
Pemerintah, lanjut AHY, akan terus memantau kesiapan infrastruktur dan sarana transportasi guna memastikan arus mudik dan balik Idul Fitri berlangsung aman dan lancar.
Baca juga: Kementerian PUPR targetkan perbaikan jalan tuntas H-10 lebaran
Baca juga: 259 penumpang sudah daftar Mudik Gratis Pemprov DKI di Jaksel
Baca juga: Dishub Bandung tambah kuota seratus orang program mudik gratis 2026





