JAKARTA, DISWAY – Kementerian Agama (Kemenag) mempertegas komitmennya dalam membawa pendidikan Islam ke panggung dunia.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, secara resmi menutup program Continuing Professional Development (CPD) bagi guru Bahasa Inggris Madrasah di Jakarta.
Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Agama (Kemenag) dan British Council yang dirancang untuk merevolusi standar kompetensi pendidik di lingkungan madrasah
Acara penutupan ini menjadi momentum istimewa dengan kehadiran Menteri Inggris untuk Indo-Pasifik, Seema Malhotra, serta Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey.
BACA JUGA:Tunjangan Profesi Guru Madrasah PPG Belum Cair Kenapa? Cek Penjelasan Kemenag
Kehadiran para petinggi diplomatik ini menandai penguatan hubungan bilateral yang telah dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) sejak November 2023, khususnya dalam upaya meningkatkan daya saing global sumber daya manusia Indonesia.
Dalam arahannya, Menag Nasaruddin Umar memberikan penekanan khusus pada peran vital guru sebagai agen perubahan.
Menurutnya, di tengah dunia yang semakin tanpa batas, penguasaan bahasa internasional bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan fundamental bagi madrasah untuk tetap relevan.
BACA JUGA:BOP RA dan BOS Madrasah Swasta Segera Cair Jelang Lebaran, Total Anggaran Capai Rp4,5 Triliun
"Guru merupakan jantung dari sistem pendidikan. Jika kualitas jantungnya baik, maka seluruh tubuh—yaitu kemajuan siswa—akan mengikuti," kata Menag di Jakarta, Jumat, Februari 2026.
"Penguasaan Bahasa Inggris bagi guru madrasah adalah investasi strategis untuk memperluas cakrawala berpikir. Ini adalah kunci untuk menghubungkan siswa kita dengan pusat-pusat riset, inovasi, dan literatur global," tegas Menag.
Ia juga berpesan agar para guru tidak berhenti belajar setelah program ini usai.
"Antusiasme yang Anda tunjukkan hari ini akan membentuk wajah masa depan pendidikan Indonesia yang unggul dan kompetitif di masa depan," tambahnya.
BACA JUGA:Sosok Bripda MS Anggota Brimob Terduga Pelaku Aniaya Siswa Madrasah di Maluku, Pukul Pakai Helm hingga Tewas
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Amien Suyitno, dalam laporannya menjelaskan bahwa program pelatihan intensif ini berlangsung selama delapan minggu, terhitung sejak 1 Desember 2025 hingga 8 Februari 2026.
- 1
- 2
- »





