JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kabinet RI Teddy Indra Wijaya menjawab kritik sejumlah pihak yang menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) memangkas anggaran pendidikan. Teddy menegaskan kendati program MBG masuk anggaran pendidikan, program-program pendidikan tidak terbengkalai.
Teddy pun menyinggung keterlibatan PDI Perjuangan dalam pengesahan anggaran pendidikan yang mencakup MBG. Sebelumnya, partai berlambang banteng itu menyoroti pengalokasian anggaran pendidikan untuk MBG.
"Jadi namanya anggaran pendidikan itu 20 persen dari APBN. Oke, tahun ini Rp769,1 triliun (APBN), itu 20 peren (angagaran pendidikan)," kata Teddy di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/2).
"Anggaran pendidikan untuk apa? Banyak, isinya, peruntukannya. Dan peruntukannya itu sudah disepakati bersama tahun lalu oleh pemerintah dan Badan Anggaran DPR yang mana ketua Banggar-nya itu juga PDIP."
Baca Juga: 42 Siswa dan Seorang Guru Diduga Keracunan MBG di Cimahi, Pemkot Bekukan Sementara SPPG
Teddy menyebut program MBG dimasukkan anggaran pendidikan karena dinilai menjadi "fondasi awal" untuk memperbaiki pendidikan Indonesia ke depannya.
Selain itu, Teddy juga menegaskan program-program strategis pendidikan tetap dipertahankan, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Eks ajudan Prabowo itu menyatakan pemerintah pun terus melakukan perbaikan infrastruktur sekolah. Pada 2025, pemerintah disebutnya telah merenovasi 16 ribu sekolah dengan total anggaran sekitar Rp17 triliun melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pemerintah disebutnya turut meningkatkan digitalisasi pembelajaran dengan mendistribusikan 280.000 unit televisi digital ke sekolah-sekolah pada 2026 dan akan ditingkatkan pada tahun ini.
"Ada pihak, sedikit pihak yang menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan," kata Teddy.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- makan bergizi gratis
- teddy indra wijaya
- pdip kritik mbg
- mbg anggaran pendidikan
- anggaran pendidikan





