VIVA –Dalam kehidupan sehari-hari, istilah ‘durhaka’ seringkali hanya dikaitkan dengan anak terhadap orang tua. Kita diajarkan sejak kecil untuk menghormati, menaati, dan menyayangi kedua orang tua sebagai bentuk bakti, karena merekalah yang telah memberikan hidup, perhatian, dan kasih sayang tanpa pamrih.
Namun, jika kita menilik lebih jauh, ternyata konsep durhaka tidak hanya satu arah. Tidak sedikit kasus yang menunjukkan bahwa orang tua pun bisa bersikap yang pada akhirnya dianggap durhaka kepada anaknya sendiri.
Ya, bukan hanya anak yang bisa durhaka pada orang tua, ternyata orang tua juga bisa dicap durhaka terhadap anaknya. Hal ini diungkap oleh Habib Jafar, yang menjelaskan bahwa dalam Islam ada istilah orang tua durhaka pada anak. Sayangnya, hal ini jarang disampaikan.
“Salah satu kelemahan dakwah Islam dan pemahaman tradisi di Indonesia adalah kita hanya punya istilah anak durhaka. Padahal dalam Islam maupun dalam tradisi Indonesia seharusnya ada istilah orang tua durhaka pada anak,” kata Habib Jafar dikutip dari tayangan YouTube Deddy Corbuzier, Sabtu 28 Februari 2026.
Lantas seperti apa atau tanda, ciri dari orang tua yang durhaka pada anaknya? Berdasarkan keterangan dalam Al Quran dan perkataan Sayyidina Ummar salah satu tanda orang tua yang durhaka adalah mereka yang tak pernah mendoakan anak-anaknya.
“Kadang ada orang tua yang durhaka. Siapa orang tua yang durhaka, kata Al Quran, kemudian Sayyidina Ummar juga pernah berkata orang tua yang tidak mendoakan anak-anaknya,” kata Habib Jafar.
Kedua kata Habib Jafar, orang tua bisa disebut sebagai orang tua yang durhaka ketika mereka tidak memberikan nama yang baik untuk anaknya. Lalu yang ketiga orang tua bisa dianggap durhaka kepada anak jika dia tidak memberikan akses pendidikan kepada anaknya sesuai dengan kemampuan orang tua.
“Intinya orang tua yang tidak melakukan kewajiban kepada anaknya dan tidak memberikann hak anaknya maka dia durhaka. Kedurhakaan itu bisa terjadi dari orang tua kepada anak dan berapa banyak anak yang terbengkalai karena memang dari awal orang tuanya durhaka. Dalam artian dia tidak memiliki kemampuan ekonomi tapi memaksakan punya anak banyak,” jelas dia.




