Grid.ID - Berikut profil El Mencho, bos kartel Meksiko yang tewas saat diburu tentara. Ternyata terlacak lewat sang kekasih dan sempat terlibat baku tembak.
Gembong kartel narkoba Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai El Mecho tewas terbunuh oleh tentara Meksiko. Pemimpin kartel Jalisco New Generation (CJNG) yang paling dicari itu terbunuh pada Minggu (22/2/2026) pada operasi militer.
Profil El Mencho
El Mencho merupakan bos kartel Meksiko yang tewas saat diburu tentara. Ternyata terlacak lewat sang kekasih dan sempat terlibat baku tembak.
Melansir dari Kompas TV, Badan Penegakan Narkoba Amerika Serikat (DEA), mengungkapkan Oseguera merupakan mantan petugas kepolisian. Ia kemudian menjadi pemimpin CJNG, dan menjadikan kartel tersebut sebagai yang paling kuat dan organsiasi kejahatan yang kejam.
Seperti dilaporkan NPR, Kartel CJNG menjadi salah satu yang paling agresif dalam menyerang militer, termasuk helikopter mereka. Kartel itu juga menjadi pionir dalam peledakan dari drone dan pemasangan ranjau.
Pada 2020, CJNG melakukan upaya pembunuhan spektakuler dengan granat dan senapan bertenaga tinggi di jantung Kota Meksiko, terhadap kepala kepolisian Mexico City ketika itu.
Otoritas Meksiko sejak lama berupaya menangkap El Mecho atas keterlibatannya di kartel. Pada 2018, Kantor Kejaksaan Agung Meksiko menawarkan 30 juta peso untuk informasi yang berujung pada penangkapannya.
Oseguera juga menjadi buruan Pemerintah AS, yang telah menetapkan harga buruan sebesar USD15 juta untuk informasi yang berujung pada penangkapannya. Pada 2022, Oseguera didakwa oleh Departemen Kehakiman AS karena memimpin produksi dan pendistribusian fentanil untuk diimpor ke AS.
Gembong kartel narkoba paling dicari di Meksiko, Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho”, dikabarkan tewas dalam operasi militer pada Minggu (22/2/2026). Petugas berhasil menemukan tempat persembunyiannya setelah menelusuri pergerakan salah satu kekasihnya yang menuju sebuah resor terpencil di kawasan pegunungan.
Penggerebekan yang melibatkan pasukan elite itu berujung pada baku tembak sengit serta aksi pengejaran di area hutan sekitar lokasi. Kematian pimpinan kartel tersebut kemudian memicu lonjakan aksi kekerasan di sejumlah wilayah di Meksiko.
Dilacak Melalui Kekasih
Melansir dari New York Post, Menteri Pertahanan Meksiko, Ricardo Trevilla, menyampaikan bahwa badan intelijen terlebih dahulu mengidentifikasi seorang pria yang memiliki kedekatan dengan kekasih El Mencho sebelum operasi dilakukan pada Minggu.
Perempuan tersebut diketahui dibawa ke Tapalpa, sebuah kawasan wisata pegunungan di negara bagian Jalisco. Di tempat itulah El Mencho bersama para pengikutnya bersembunyi.
Trevilla menjelaskan, setelah sang kekasih meninggalkan resor tersebut, El Mencho dan kelompoknya masih berada di dalam kompleks hingga akhirnya militer Meksiko mengerahkan pasukan khusus untuk melakukan penyergapan.
“Proses intelijen sangat kompleks,” ujar Trevilla mengenai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk melancarkan operasi tersebut.
Adu Tembak dan Aksi Kejar-kejaran di Hutan
Ketika pasukan berhasil menembus kompleks yang diduga menjadi markas Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, sejumlah pria bersenjata lengkap langsung memberondong tembakan ke arah aparat. Bentrokan bersenjata pun tak dapat dihindari dan kemudian berkembang menjadi aksi saling kejar di area hutan sekitar resor.
Sebanyak empat anggota kartel tewas di tempat kejadian. Tiga lainnya mengalami luka parah dan mengembuskan napas terakhir saat dibawa ke rumah sakit di Mexico City. Salah satu korban yang meninggal adalah El Mencho.
Pihak berwenang tidak membeberkan identitas perempuan yang disebut sebagai kekasih tersebut maupun pria yang membantu aparat melacak lokasi persembunyian sang bos kartel. (*)
Artikel Asli




